Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

Anggaran Berbasis Kinerja Di Indonesia

Proses perencanaan dan penganggaran pada suatu organisasi sangatlah memegang peranan penting, hal tersebut dikarenakan pada proses inilah segala sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut dikerahkan untuk mencapai tujuan organisasi, namun dalam proses perencanaan dan penganggaran tersebut diperlukan pengetahuan yang memadai atas proses tersebut baik pendekatan maupun bagaimana melaksanakannya. Pendekatan yang diamanatkan oleh peraturan adalah digunakannya pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK). Hal tersebut dikarenakan harapan yang lebih baik daripada pendekatan lama yang dianggap kurang dapat menggambarkan kinerja sehingga dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan penganggaran pada satuan kerja diperlukan pengetahuan dasar tentang Anganggaran Berbasis Kinerja.


Pendekatan dalam penyusunan anggaran di Indonesia telah mengalami banyak perubahan diantaranya adalah telah ditinggalkannya pendekatan tradisonal yang bercirikan line item dan inkremental ke arah penganggaran berbasis kinerja dengan mengacu pada Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) yaitu pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran, dengan mempertimbangkan implikasi biaya keputusan yang bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju (forward estimate).


Di Indonesia perubahan atas perencanaan dan Penganggaran dimulai pada tahun anggaran 2005 dengan mengacu pada Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan ditindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2004 yang menegaskan bahwa rencana kerja dan anggaran yang disusun menggunakan tiga pendekatan yaitu : Anggaran Terpadu (Unified Budget), Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah-KPJM (Medium Term Expenditure Framework) dan Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting).









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar