Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

Pengantar Ekonometri

Sederhananya, “ekonometrik” diartikan sebagai “ukuran ekonomi” atau economic measurement. Ekonometri memiliki cakupan yang sangat luas, seperti: bisnis, ekonomi, sosial dan sebagainya. Sebagai contoh adalah penggunaan ekonometri untuk analisis dampak promosi terhadap penjualan, dampak kenaikan harga BBM terhadap permintaan BBM, dampak kenaikan SPP terhadap permintaan sekolah, dampak kenaikan jasa transportasi terhadap penawaran jasa transportasi, dampak kenaikan tarif dasar listrik (TDL) terhadap permintaan listrik dan sebagainya.


FAQ PLTN - Bagian 2

Apakah dengan PLTN dapat dijamin listrik tidak akan pernah mati?

Kapasitas produksi listrik PLTN mencapai 1.600 MWe. Kapasitas itu jauh lebih besar dibandingkan dengan pembangkit listrik dari sumber energi lainnya yang biasanya kurang dari 1.000 MWe. Dengan membangun 10 unit saja, maka seluruh kebutuhan listrik di pulau Jawa saat ini sudah bisa terpenuhi tanpa sumbangan dari sumber energi lainnya.

PLTN hanya memerlukan penggantian bahan bakar setiap 18 bulan sekali dan bisa menyimpan stok hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan PLTU batubara yang setiap saat harus ada suplai bahan bakar dan hanya bisa menyimpan stok selama 12 hari saja.

Salah satu penyebab pembangkit listrik mati adalah karena kekurangan suplai bahan bakar. Suplai bahan bakar akan sangat tergantung pada masalah cuaca yang seringkali sulit diprediksi. Untuk PLTN, kendala dalam suplai bahan bakar akan diminimalisir karena periode penggantian yang panjang.


Apa keuntungan masyarakat bila dibangun PLTN?

Secara ekonomi, proyek pembangunan PLTN melibatkan sumber daya manusia dan pendanaan yang cukup besar. Pada saat pembangunan fisik, SDM yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak 6.000 orang yang terdistribusi pada jenis pekerjaan sipil, elektrik, mekanik, dan manajemen. Sedangkan setelah siap beroperasi, dibutuhkan sekitar 200 orang. Pembangunan PLTN membutuhkan waktu sekitar 6-8 tahun. Hal ini bisa dimanfaatkan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar proyek dengan membuka usaha dalam berbagai bidang, misalnya membuka rumah makan, pakaian, bahan bangunan atau dengan menyediakan tempat tinggal untuk para pekerja.

Dengan adanya PLTN, maka infrastruktur di sekitar PLTN seperti jalan, sekolah dan fasilitas umum lainnya pasti akan dibangun lebih baik dan lebih lengkap.

Keuntungan jangka panjang pada tingkat nasionaladalah mendorong tumbuhnya investasi baru karena adanya kecukupan listrik untuk menjalankan usahanya. Selain itu, PLTN menhasilkan daya listrik yang cukup besar dengan harga yang relatif rendah, makan akan mendorong harga komoditas menjadi lebih murah.

Berdasarkan pengalaman dari negara-negara yang telah memanfaatkan listrik dari PLTN, makaharga listrik relatif lebih stabil bahkan cenderung turun.


Apa bahan baku yang digunakan untuk PLTN?

Jika PLTU menggunakan minyak atau batubara dalam menghasilkan tenaga listrik , PLTN menggunakan uranium sebagai bahan bakarnya. Uranium merupakan salah satu unsur yang ada di alam dan banyak terdapat di lapisan kulit Bumi. Ia bersifat radioaktif sehingga mampu memancarkan radiasi dan pada batas waktu tertentu sifat pemancarannya akan berhenti dan menjadi stabil.

Apakah bahan bakar PLTN tersedia di Indonesia?

Berdasarkan hasil penelitian, di berbagai wilayah Indonesia, yaitu pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua, ditemukan potensi uranium yang cukup besar. Kegiatan penyelidikan yang mendalam telah dilakukan di pulau Kalimantan dan berhasil menemukan satu lokasi di Kalimantan Barat, yaitu di desa Kalan dengan kandungan uranium alam sekitar 24.000 ton. Selain itu, ditemukan juga beberapa indikasi cebakan uranium dan thorium di Sulawesi, Papua, dan Sumatera yang cukup menjanjikan.

Dengan kandungan uranium sebesar itu, dapat dipastikan mampu menyuplai bahan bakar ke 7 sampai 10 PLTN dalam masa operasi 40 tahun.


Apakah Indonesia mampu mengolah sendiri?

Pengolahan uranium dari bahan alam menjadi bahan bakar PLTN dibutuhkan penguasaan teknologiyang cukup tinggi seperti proses pemurnian, pengayaan, dan fabrikasi uranium. Penguasaan teknologi telah dilakukan selama puluhan tahun untuk tujuan penelitian di kawasan penelitian BATAN di Puspiptek Serpong. Untuk itu, tak perlu diragukan lagi bahwa bangsa Indonesia mampu mengolah sendiri teknologi nuklirnya.

Restorasi Meiji

Sebelum masuknya bangsa asing, Jepang menerapkan politik isolasi yang berlangsung sejak pemerintahan Shogun Tokugawa pada abad ke-17. Tujuannya adalah untuk menghindari pengaruh dari dunia luar, dan takut dengan masuknya pedagang-pedagang asing akan membawa serta imperialisme. Akibatnya Jepang tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan bagi bangsa barat, Jepang sangat strategis sebagai tempat untuk transit dan tempat pemasaran barang-barang hasil produksi.

Pada tahun 1846 Amerika Serikat, oleh Komodor Biddle pernah mencoba membuka perdagangan dengan Jepang, tetapi gagal. Kemudian pada tahun 1853 Komodor Matthew Perry datang dengan membawa pasukan mengancam kepada Jepang untuk membuka pelabuhannya untuk bangsa asing. Pemerintah Jepang meminta waktu satu tahun untuk berunding. Pada tahun 1854, Perry datang kembali dengan 7 buah kapalnya dan berhasil memaksa Jepang untuk menandatangani Perjanjian Shimoda (30 Maret 1854) yang menetapkan pembukaan pelabuhan Shimoda dan Hakodate untuk bangsa asing.

Akibat peristiwa ini di Jepang muncul kelompok-kelompok anti-Shogun yang menganggap golongan Shogun lemah karena berani menjual tanah airya kepada bangsa asing. Kelompok anti Shogun yang terdiri dari para daimyo dan memihak kepada Tenno, menolak ikut menandatangani perjanjian itu. Pada tahun 1863 terjadi kerusuhan di Selat Shimonoseki. Untuk menumpas kerusuhan ini maka Inggris, Prancis, Belanda, dan Amerika bergabung dan menyerbu Shimonoseki hingga dapat dihancurkan. Akibat kekalahan itu, Jepang mulai sadar akan ketertinggalannya, bahwa mereka tidak dapat menolak bangsa asing yang memiliki senjata lebih modern.

Di lain sisi, pertentangan antara Tenno dengan Shogun semakin meningkat dan menjurus pada perang saudara. Untuk menghindari perang di antara orang Jepang sendiri, akhirnya pemerintahan Shogun Yosinobu menyerahkan kekuasannya pada 19 November 1867.

Pada tanggal 14 Desember, Tenno Meiji memegang tampuk kekuasaan tertinggi sebagai kaisar, dan segera mengadakan gerakan pembaharuan yang terkenal dengan nama “Restorasi Meiji”. Gerakan pembaharuan ini meliputi segala bidang, yaitu:




Bidang Politik

Langkah pertama yang diambil adalah memindahkan ibukota dari Kyoto ke Tokyo yang lebih strategis. Bentuk negara diubah menjadi monarkhi konstitusi, dengan pembagian kekuasaan menjadi tiga (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Selain itu dibentuk pula Parlemen. Feodalisme dihapuskan. Daimyo dijadikan sebagai pegawai negeri dan tanah-tanah yang mereka kuasai diserahkan kepada Tenno. Pada 11 Februari 1890 UUD disahkan oleh Tenno. Dibuat pula lambang negara yaitu bendera Kinomaru dan lagu kebangsaan “Kimigayo”. Tokoh yang berjasa dalam pembaharuan bidang politik ialah Ito Hirobumi. Parlemen Jepang disebut Diet/Gikai, yang terdiri dari Majelis Rendah (House of Rperesentative) dan Majelis Tinggi (House of Councillors). Kabine bersifat Parlementer yang bertanggung jawab pada Parlemen. Kaisar dijadikan sebagai simbol dan kepala negara, sedangkan kepala pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri.


Bidang Militer

Angkatan perang Jepang dibangun secara modern. Angkatan Darat dibentuk dengan mencontoh Jerman, Angkatan Laut meniru Inggris. Tiap warga negara yang berumur 20 tahun wajib mengikuti latihan militer dan setelah itu dikirim ketempat perbatasan yang berbahaya. Separuh anggaran biaya negara digunakan untuk memperkuat angkatan perang Jepang. Pembangunan angkatan darat dierahkan pada keluarga Daimyo Coshu, sedangkan pembangunan angkatan laut diserahkan pada keluarga Daimyo Satsumo. Menjadikan Spirit Bushido yang dulu dimiliki oleh para samurai menjadi semangat militer. Contoh Spirit Bushido yaitu berjuang sampai titik darah penghabisan, setia kepada negara, lebih baik mati daripada hidup menanggung malu. Pembangunan bidang militer juga ditandai dengan pembentukan departemen pertahanan yang disebut Gunbatsu. Tokoh yang berjasa dalam pembangunan militer ialah Yamagata.


Bidang Pendidikan

Jepang mencontoh pendidikan cara Barat yang dianggap lebih modern. Wajib belajar untuk anak 6 tahun digalakkan bagi semua penduduk Jepang. Negara dibagi menjadi 8 daerah pendidikan, setiap daerah diberi 32 sekolah menengah dan 1 perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah Jepang mengirim pemuda Jepang untuk belajar dan sekolah di luar negeri. Tokoh yang berjasa dalam pembangunan pendidikan Jepang ialah Sakuma Sozan.


Bidang Ekonomi

Modernisasi perekonomian di lakukan dengan mendatangkan ahli-ahli dari luar negeri dan mengimpor peralatan industry modern. Industri tekstil maju dengan pesat dan segera menjadi saingan bagi Inggris dalam pasar tekstil di Asia. Selain itu, dibangun juga industri senjata dan peralatan perang. Pada periode 1868–1900, terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk sebesar 25%, yaitu dari 32 menjadi 40 juta jiwa. Dari gejala ini Jepang menyadari bahwa dalam jangka panjang wilayahnya tidak akan mampu menampung pertambahan penduduk yang meningkat dengan pesat, sehingga dibutuhkan tempat atau koloni baru untuk menampung penduduk Jepang. Bidang pertanian yang menjadi dasar perekonomian dikembangkan secara intensif dengan mengembangkan ulat sutra dan perkebunan teh. Perkembangan ekonomi Jepang menimbulkan kelompok industri raksasa yang disebut Zaibatsu yang berasal dari Kuge (bangsawan istana) dan Chonin (warga kota). Mereka menguasai bidang perekonomian dan ikut terjun dalam bidang politik.

Balada Kecoa Dan Radiasi Nuklir

Kecoa yang malang dan hina dina. Kemana pun ia pergi, kehadirannya tak diinginkan, dikejar oleh sepatu bermerek dan gulungan majalah dari satu sudut bumi ke sudut bumi yang lain. Tetapi, sejujurnya, kita harus tetap memuji mereka. Kenapa? Karena mereka bisa bertahan terhadap radiasi ledakan bom nuklir.

Manusia yang terkena radiasi lebih dari 800 REM (REM adalah dosis radiasi yang akan menyebabkan sejumlah tertentu kerusakan pada jaringan mahluk hidup) kemungkinan besar akan meninggal. Sedangkan, bagi kecoa dosis REM sebesar itu tak berarti apa-apa karena dosis REM untuk mematikan kecoa Amerika adalah 67.500 REM dan dibutuhkan 100.000 REM untuk menghentikan langkah kecoa Jerman.

Ada alasan sederhana mengapa kecoa (dan serangga lain) kurang rentan terhadap radiasi dibandingkan manusia (atau mahluk hidup lain), yaitu : Kesederhanaan. Pada dasarmya, semakin kompleks suatu organisme, maka semakin rentan ia terhadap efek radiasi karena semakin banyak susunan kompleks yang menjadi kacau. Selain itu, dengan masa hidup yang pendek, maka kecoa tidak punya cukup waktu untuk mengalami kanker akibat akumulasi paparan radiasi yang diterimanya.

Apa Yang Akan Menjadi Pembunuh Terbesar Di Dunia Pada Tahun 2030?

a. Tuberkulosis

b. AIDS

c. Malaria

d. Tembakau

e. Pembunuhan

Menurut WHO, Kanker saat ini membunuh 7 juta orang dalam setahun, tetapi bukan kanker yang menjadi pembunuh utama pada tahun 2030 melainkan tembakau. Tembakau saat ini menjadi penyebab utama kedua kematian di dunia. Tembakau bertanggung jawab atas kematian 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia yang terakumulasi menjadi sekitar 5 juta kematian setiap tahunnya. Sekitar 1,3 milyar orang adalah perokok tetap. Separuh dari mereka—berarti 650 juta orang—pada akhirnya akan tewas gara-gara tembakau.

Apabila angka-angka terus meningkat pada level sekarang ini, tembakau—dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan merokok—akan menjadi pembunuh terbesar di dunia tahun 2030, yaitu membunuh 10 juta orang dalam setahun.

Negara-negara berkembang yang paling banyak menderita. Saat ini 84% perokok berada di negara-negara berpendapatan menengah sampai rendah, tempat kebiasaan merokok meningkat secara bertahap sejak tahun 1970.

Sebaliknya, tingkat merokok di kalangan laki-laki dari Amerika Serikat menurun dari 55% pada tahun 1950-1n menjadi 28% pada tahun 1990-an. Di Timur Tengah—tempat separuh laki-laki dewasanya merokok—konsumsi tembakau 24% antara tahun 1990 dan 1997.

Konsekuensi ekonomi dari kebiasaan merokok di dunia berkembang sama berbahayanya dengan dampaknya terhadap kesehatan. Di tempat-tempat seperti Nigeria, Vietnam, dan Bangladesh, keluarga miskin menghabiskan uang sepertiga lebih banyak pada produk-produk tembakau daripada makanan. Ini jelas berbahaya bagi ketahanan negara terkait karena semakin besar pengeluaran dipakai untuk rokok, maka semakin sedikit pengeluaran untuk nutrisi warga negaranya.

Baru pada akhir tahu 1940-an, ilmu pengetahuan modern menghubungkan penyakit dengan tembakau. Di Inggris, baru setelah laporan Royal College Of Physicians pada tahun 1964, pemerintah sepenuhnya menerima hubungan antara merokok dan kanker. Akhirnya, 7 tahun kemudian, peringatan-peringatan mengenai bahaya merokok muncul di bungkusan rokok.

Walaupun bukti-bukti selama 30 tahun sudah menggunung, 1 dari 4orang dewasa Inggris terus merokok secara tetap (walaupun 70% dari mereka berusaha untuk berhenti).

Pada tahun 2004, Kerajaan Bhutan di pegunungan Himalaya tidak saja melarang merokok di depan umum, tetapi juga melarang penjualan tembakau. Bhutan menjadi negara pertama yang melakukannya.