Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

FAQ PLTN - Bagian 2

Apakah dengan PLTN dapat dijamin listrik tidak akan pernah mati?

Kapasitas produksi listrik PLTN mencapai 1.600 MWe. Kapasitas itu jauh lebih besar dibandingkan dengan pembangkit listrik dari sumber energi lainnya yang biasanya kurang dari 1.000 MWe. Dengan membangun 10 unit saja, maka seluruh kebutuhan listrik di pulau Jawa saat ini sudah bisa terpenuhi tanpa sumbangan dari sumber energi lainnya.

PLTN hanya memerlukan penggantian bahan bakar setiap 18 bulan sekali dan bisa menyimpan stok hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini sangat berbeda dibandingkan dengan PLTU batubara yang setiap saat harus ada suplai bahan bakar dan hanya bisa menyimpan stok selama 12 hari saja.

Salah satu penyebab pembangkit listrik mati adalah karena kekurangan suplai bahan bakar. Suplai bahan bakar akan sangat tergantung pada masalah cuaca yang seringkali sulit diprediksi. Untuk PLTN, kendala dalam suplai bahan bakar akan diminimalisir karena periode penggantian yang panjang.


Apa keuntungan masyarakat bila dibangun PLTN?

Secara ekonomi, proyek pembangunan PLTN melibatkan sumber daya manusia dan pendanaan yang cukup besar. Pada saat pembangunan fisik, SDM yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak 6.000 orang yang terdistribusi pada jenis pekerjaan sipil, elektrik, mekanik, dan manajemen. Sedangkan setelah siap beroperasi, dibutuhkan sekitar 200 orang. Pembangunan PLTN membutuhkan waktu sekitar 6-8 tahun. Hal ini bisa dimanfaatkan secara ekonomi bagi masyarakat sekitar proyek dengan membuka usaha dalam berbagai bidang, misalnya membuka rumah makan, pakaian, bahan bangunan atau dengan menyediakan tempat tinggal untuk para pekerja.

Dengan adanya PLTN, maka infrastruktur di sekitar PLTN seperti jalan, sekolah dan fasilitas umum lainnya pasti akan dibangun lebih baik dan lebih lengkap.

Keuntungan jangka panjang pada tingkat nasionaladalah mendorong tumbuhnya investasi baru karena adanya kecukupan listrik untuk menjalankan usahanya. Selain itu, PLTN menhasilkan daya listrik yang cukup besar dengan harga yang relatif rendah, makan akan mendorong harga komoditas menjadi lebih murah.

Berdasarkan pengalaman dari negara-negara yang telah memanfaatkan listrik dari PLTN, makaharga listrik relatif lebih stabil bahkan cenderung turun.


Apa bahan baku yang digunakan untuk PLTN?

Jika PLTU menggunakan minyak atau batubara dalam menghasilkan tenaga listrik , PLTN menggunakan uranium sebagai bahan bakarnya. Uranium merupakan salah satu unsur yang ada di alam dan banyak terdapat di lapisan kulit Bumi. Ia bersifat radioaktif sehingga mampu memancarkan radiasi dan pada batas waktu tertentu sifat pemancarannya akan berhenti dan menjadi stabil.

Apakah bahan bakar PLTN tersedia di Indonesia?

Berdasarkan hasil penelitian, di berbagai wilayah Indonesia, yaitu pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua, ditemukan potensi uranium yang cukup besar. Kegiatan penyelidikan yang mendalam telah dilakukan di pulau Kalimantan dan berhasil menemukan satu lokasi di Kalimantan Barat, yaitu di desa Kalan dengan kandungan uranium alam sekitar 24.000 ton. Selain itu, ditemukan juga beberapa indikasi cebakan uranium dan thorium di Sulawesi, Papua, dan Sumatera yang cukup menjanjikan.

Dengan kandungan uranium sebesar itu, dapat dipastikan mampu menyuplai bahan bakar ke 7 sampai 10 PLTN dalam masa operasi 40 tahun.


Apakah Indonesia mampu mengolah sendiri?

Pengolahan uranium dari bahan alam menjadi bahan bakar PLTN dibutuhkan penguasaan teknologiyang cukup tinggi seperti proses pemurnian, pengayaan, dan fabrikasi uranium. Penguasaan teknologi telah dilakukan selama puluhan tahun untuk tujuan penelitian di kawasan penelitian BATAN di Puspiptek Serpong. Untuk itu, tak perlu diragukan lagi bahwa bangsa Indonesia mampu mengolah sendiri teknologi nuklirnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar