Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

Cara Merawat Transmisi Dan Penggerak Akhir

Walaupun peranan benda ini tergolong penting, namun umumnya konsumen kendaraan bermotor roda empat tidak terlalu peduli dengan kondisi “kesehatannya”. Pasalnya, selain letaknya tersembunyi di bawah bodi kendaraan dan tidak mudah dijangkau tangan, untuk mengetahui konsidinya diperlukan keahlian khusus.

Tugasnya sebagai penerus tenaga dan torsi dari mesin menuju roda-roda tentunya menyebabkan perangkat ini menerima beban yang berat. Transmisi yang ada di dalamnya berisi banyak sekali roda gigi dan poros penerus, akan mengubah putaran mesin menjadi tenaga yang dianggap cukup kuat untuk memutar penggerak akhir kendaraan.

Sebenarnya, kedua perangkat ini mudah dirawat dan tidak banyak membutuhkan kemampuan mekanikal tinggi. Bagian utama yang harus selalu anda perhatikan adalah kondisi, jumlah, dan warna oli transmisi dan gardan.

Kenapa oli? Cairan pelumas ini memegang peranan penting dalam memperkecil tingkat gesekan antar-gigi dalan transmisi dan gardan. Oli akan membuat semacam lapisan film di antara gigi-gigi sehingga keefisienan gesekan yang terjadi antar logam bisa dipertahankan serendah mungkin.

Karena gigi transmisi dan gardan bekerja pada suhu dan tekanan kerja tinggi, maka dibutuhkan oli dengan kualitas pelumasan tinggi pula. Untuk itu, produsen menganjurkan penggunaan oli dengan tingkat viskositas tinggi, terutama SAE 90 dan 140.

Guna memeriksa oli transmisi, terlebih dahulu parkir kendaraan di tempat terbuka dan datar. Kemudian buka baut penutup lubang pengisiannya. Selanjutnya, masukan jari anda ke dalamnya. Ketinggian oli transmisi harus berada paling rendah sekitar 5 mm di bawah lubang pengisian.

Setelah diraba dan ketinggian olinya sesuai dengan ketentuan, lanjutkan dengan memeriksa warnanya. Jika warnanya cokelat atau kehitaman berarti normal. Jika warnanya seperti emulsi putih susu, berarti oli sudah bercampur dengan air. Kemungkinan besar air menerobos masuk melalui gasket baut sumbat pengisian yang sudah rusak/rembes. Kalau kondisinya seperti ini, segera lakukan penggantian oli transmisi.

Jadwal penggantian oli transmisi untuk setiap merek dan tipe mobil berbeda-beda menurut pembuatnya. Ikuti anjuran yang terdapat dalam buku manual pemiliknya. Biasanya jangka waktu penggantian oli transmisi lebih lama.

Tidak kalah pentingnya adalah memeriksa sistem pernafasan rumah transmisi. Beban kerja yang tinggi membuat tekanan oli di dalam rumah transmisi meningkat. Jika tekanan itu tidak mendapat jalan keluar, oli akan menerobos lewat celah-celah gasket atau seal. Seterusnya akan menimbulkan kebocoran oli yang pada awalnya berupa tetesan dan berlanjut pada tumpahan jika sudah parah.

pada pagi hari saat mobil dijalankan, oli transmisi masih mengental, sehingga perpindahan gigi sering terasa sukar dan mengganjal. Untuk mengatasinya, lakukan perjalanan dengan gigi tinggi dan kecepatan rendah selama beberapa waktu lamanya. Manfaatnya, putaran tinggi gigi-gigi transmisi akan mempercepat pemanasan oli.

Selain itu, jika pada pengendaraan normal perpindahan gigi sukar dilakukan, misalnya dari posisi netral masuk ke gigi satu, sebaiknya jangan dipaksa. Lebih baik pindah-pindahkan gigi ke semua posisi, dari gigi satu sampai tertinggi. Lalu kembalikan ke netral. Setelah itu, coba masukan lagi pada gigi satu.

Lakukan perpindahan gigi secara halus dan cepat. Seluruh transmisi mobil modern sekarang telah dilengkapi dengan perangkat Synchromesh, sehingga perpindahan gigi bisa berlansung secara mulus dan halus, tidak menyentak-nyentak seperti mobil yang dilengkapi dengan transmisi non Synchromesh.

Namun perangkat Synchromesh yang berbentuk ring Synchronizer ini akan cepat aus jika diperlakukan agak kasar. Sehingga jika perpindahan gigi sering terasa sulit, kemungkinan besar terjadi masalah pada perangkat tersebut. Agar perangkat itu awet, sebaiknya perpindahan gigi transmisi dilakukan dengan cepat dan halus serta menekan penuh pedal kopling.

Pada sistem penggerak akhir alias gardan, perlu tingkat kecermatan tinggi. Sebab pada umumnya, gardan terletak pada posisi yang lebih rendah daripada transmisi. Dengan letak yang lebih rendah itu, maka gardan sering terkena gangguan yang menimbulkan kerusakan. Misalnya, menghantam batu, kemasukan air, kebocoran pada seal oli, dan keausan berlebihan.

Untuk memeriksa kondisi oli gardan, prosedurnya tidak berbeda dengan mengecek pelumas transmisi. Setelah baut sumbat pengisian dibuka, masukkan jari telunjuk untuk memastikan ketinggian oli gardan. Batas ketinggian yang normal adalah 5 mm di bawah lubang baut pengisian. Jika kurang dari batas tersebut, lakukan pengisian oli roda gigi dengan SAE sesuai anjuran buku manual servis (umumnya SAE 90 atau 140) sampai dengan batas maksimum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar