Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

Merawat Baterai (Aki) Pada Mobil

Komponen yang berfungsi sebagai nyawa untuk menghidupkan mesin ini sering terabaikan oleh pemilik kendaraan. Umumnya, pemilik kendaraan baru memperhatikannya jika sudah mulai merongrong saat mesing hendak dihidupkan pagi-pagi.

Tentunya anda tidak ingin menjumpai masalah yang mengesalkan itu, apalagi jika anda harus menghadiri acara pagi hari. Agar aman dari gangguan masalah seperti itu, ada sejumlah langkah praktis yang sebaiknya anda lakukan.

Permukaan elektrolit harus diperiksa secara berkala, misalnya seminggu sekali. Jika tinggi permukaan elektrolit di bawah batas tanda Upper Level , segera tambahkan cairan air suling (botol biru), jangan dengan air aki aski dari larutan asam sulfat.

Umumnya, rumah atau kotak baterai terbuat dari bahan plastic yang transparan. Pada badannya terdapat tanda Upper Level atau Lower Level un tuk memberikan tanda kondisi tinggi permukaan elektrolit yang normal.

Bila penambahan air suling dilakukan pada suhu lingkungan sekitar yang relatif dingin, sebaiknya segera lakukan pengisian (charging) agar tidak terjadi pembekuan cairan. Pada baterai yang menggunakan kotak hitam yang umum digunakan pada kendaraan berat, tinggi permukaan elektrolit harus selalu dijaga 10-15 mm di atas sekat pemisah. Gunanya agar cukup tinggi untuk menutup pelat pada seluruh sel baterai.


Pemeriksaan Isi Baterai

Kondisi bagian dalam baterai dapat diketahui dengan mengukur nilai berat jenis cairan elektrolit. Selain itu, lakukan juga pengujian beban. Dengan melaksanakan kedua pengujian itu, maka kondisi baterai dapat diketahui dengan pasti.


Cairan Elektrolit

Berat jenis cairan elektrolit baterai diukur dengan perangkat hydrometer. Cara menggunakan alat ini, masukan ujungnya ke dalam salah satu sel baterai, isap cairan elektrolitnya, lalu lihat indikatornya.

Melihat indikator harus dilakukan pada posisi sejajar dengan mata. Pada indikator yang mengapung tersebut, tertera sejumlah angka yang menandakan tingkat “kesehatan” baterai. Biasanya, indikator hydrometer mempunyai tiga ukuran kesehatan baterai, yaitu kondisi good,, average, dan poor. Posisi good ditandain dengan warna hijau, average warna putih, dan poor berkelir merah yang artinya baterai perlu di-charge ulang.

Sebaiknya, penambahan cairan elektrolit tidak dilakukan menjelang pengukuran berat jenis. Sebab konsentrasi larutan akan berubah sehingga menghasilkan pengukuran yang kurang akurat. Bila akan melakukan penambahan cairan elektrolit , terlebih dahulu lakukanlah pengisian ulang baterai untuk menetralisir elektrolit agar didapatkan keseimbangan.

Bila hasil pengukuran berat jenis senilai 1.300 atau lebih, berarti baterai dalam kondisi kelebihan berat jenis. Tambahkan segera air suling untuk menurunkan berat jenis. Posisi berat jenis 1.290-1.220 menunjukkan baterai dalam keadaan baik, tidak perlu diapa-apakan.

Sebaliknya, jika berat jenis baterai berkisar 1.200 atau kurang, maka segera lakukan pengisian penuh agar nilainya kembali normal. Jika tetap tidak berubah dari 1.210 setelah diberikan pengisian ulang, berarti kemampuan akik telah mencapai masa purnabakti. Karena itu, lebih baik baterainya diganti.


Tes Beban Dengan Arus Besar

Untuk melakukan pengetesan dengan aman, dibutuhkan peralatan dan pengalaman yang memadai. Karena itu, sebaiknya tes ini dilakukan di bengkel baterai. Kalau ingin melakukan, buanglah arus dari baterai sebanyak empat kali dari kapasitasnya. Setelah itu, diamkan baterai selama lima detik, kemudian ukur tegangan baterai. Tegangan terminal harus 9,6 Volt atau lebih. Jika kurang, ganti baterainya.


Pengisian Baterai

Jika kondisi baterai mengharuskan pengisian arus ulang. Ada dua metode, yaitu pengisian cepat dan lambat. Pengisian cepat umumnya dilakukan oleh bengkel baterai yang mempunyai peralatan yang memadai. Baterai di-charge dengan arus listrik searah sebesar 10 Ampere atau lebih dalam mesin dalam waktu singkat. Gunanya untuk mendapatan kemampuan menstarter mesin demham waktu cepat. Setelah itu, pengisian akan dilakukan oleh sistem kelistrikan mobil selama kendaraan dijalankan.

Karena menggunakan arus listrik yang besar, maka aplikasi pengisian baterai dengan metode cepat ini relatif terbatas. Metode pengisian cepat ini mengakibatkan umur baterai menjadi pendek. Sebab dalam waktu cepat, bateri dihujani dengan arus listrik dalam jumlah besar. Suhu baterai pun meningkat cepat dan elektrolit pun menjadi panas.

Untuk mengatasi kelemahan dan bahaya metode pengisian cepat, kini lebih banyak digunakan cara pengisian lambat. Disebut pengisian lambat, karena baterai di-charge dengan arus listrik kecil dalam waktu yang panjang.

Besarnya arus listrik maksimum pada pengisian lambat—harus kurang dari 10% kapasitas baterai. Misalnya, sebuah baterai mempunyai kapasitas 50 Ampere, maka arus listrik untuk pengisian laqmbatnya harus kurang dari 5 ampere.

Karena arusnya listriknya kecil, maka proses pengisian baterai bisa ditinggalkan semalaman. Apalagi jika menggunakan peralatan battery charger yang memiliki sistem trickle down. Pada pengisian baterai sistem trickle down, jika kondisi baterai sudah cukup baik, proses pengisian akan berhenti secara otomatis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar