Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")

Anggaran Berbasis Kinerja Di Indonesia

Proses perencanaan dan penganggaran pada suatu organisasi sangatlah memegang peranan penting, hal tersebut dikarenakan pada proses inilah segala sumber daya yang dimiliki oleh organisasi tersebut dikerahkan untuk mencapai tujuan organisasi, namun dalam proses perencanaan dan penganggaran tersebut diperlukan pengetahuan yang memadai atas proses tersebut baik pendekatan maupun bagaimana melaksanakannya. Pendekatan yang diamanatkan oleh peraturan adalah digunakannya pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK). Hal tersebut dikarenakan harapan yang lebih baik daripada pendekatan lama yang dianggap kurang dapat menggambarkan kinerja sehingga dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan penganggaran pada satuan kerja diperlukan pengetahuan dasar tentang Anganggaran Berbasis Kinerja.


Pendekatan dalam penyusunan anggaran di Indonesia telah mengalami banyak perubahan diantaranya adalah telah ditinggalkannya pendekatan tradisonal yang bercirikan line item dan inkremental ke arah penganggaran berbasis kinerja dengan mengacu pada Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) yaitu pendekatan penganggaran berdasarkan kebijakan, dengan pengambilan keputusan terhadap kebijakan tersebut dilakukan dalam perspektif lebih dari satu tahun anggaran, dengan mempertimbangkan implikasi biaya keputusan yang bersangkutan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju (forward estimate).


Di Indonesia perubahan atas perencanaan dan Penganggaran dimulai pada tahun anggaran 2005 dengan mengacu pada Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dengan ditindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 2004 yang menegaskan bahwa rencana kerja dan anggaran yang disusun menggunakan tiga pendekatan yaitu : Anggaran Terpadu (Unified Budget), Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah-KPJM (Medium Term Expenditure Framework) dan Penganggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting).









Frequently Asked Chernobyl Questions

On April 26, 1986, the Number Four RBMK reactor at the nuclear power plant at Chernobyl, Ukraine, went out of control during a test at low-power, leading to an explosion and fire that demolished the reactor building and released large amounts of radiation into the atmosphere. Safety measures were ignored, the uranium fuel in the reactor overheated and melted through the protective barriers. RBMK reactors do not have what is known as a containment structure, a concrete and steel dome over the reactor itself designed to keep radiation inside the plant in the event of such an accident. Consequently, radioactive elements including plutonium, iodine, strontium and caesium were scattered over a wide area. In addition, the graphite blocks used as a moderating material in the RBMK caught fire at high temperature as air entered the reactor core, which contributed to emission of radioactive materials into the environment.


Japan Pioneers Smart Energy

By coordinating energy use for electricity, heating, and transportation, four Japanese cities plan to reduce their carbon footprints and increase reliance on renewables. The cities are pledging to cut their carbon-dioxide emissions by up to 40 percent by 2030, employing systems that will go beyond smart-grid proposals like those being implemented in the U.S. and elsewhere. While smart-grid projects manage electricity, the Japanese "smart community" demonstration projects will also manage energy for heating and transportation, said Hironori Nakanishi, a director at Japan's Ministry of Economy, Trade, and Industry, describing the projects at a recent smart-grid conference in Gaithersburg, Maryland.

The projects, which got under way this year, were instigated by the Japanese government in part to fulfill a pledge the prime minister made last year to reduce greenhouse gas emissions by 25 percent by 2020. They will cost about $1 billion over five years and are being implemented by consortia of dozens of companies including Toyota, Nissan, Nippon Steel, and Panasonic.


Achieving the emissions goal, Nakanishi said, will require installing some 28 gigawatts of solar power, the equivalent of about 28 large nuclear reactors. Smart-grid technology will help grid operators accommodate large amounts of electricity from solar and other renewable energy sources: as clouds pass overhead or wind patterns change, for example, signals could be sent out to smart appliances to pause operation or decrease their power consumption. In a smart community, this adaptability would be augmented by also managing heat. "More than half of energy is used as heat, so the integration of heat and electricity is quite important," Nakanishi said.

Panasonic already makes a system that integrates the two at the level of an individual home. It pairs a fuel cell system that generates electricity and heat from natural gas with an extremely efficient solar power array and a battery to store excess power from the solar panels. Such a system, which costs about $60,000, can make a single home independent from the grid, Nakanishi said. In the future, an electric vehicle that can store electricity might be added to such a system.

When the sun is shining, the solar panels power the home. Excess electricity is used to heat water, and it could charge the car's battery. When it's cloudy, and at night, the system relies on stored electricity and the natural gas fuel cell system. Heat produced by the fuel cells, which ordinarily would be wasted, helps heat the home, reducing total energy consumption. The system can be optimized by installing DC as well as AC power outlets, because solar panels produce, and batteries deliver, DC, and some appliances, such as computers and certain TVs, can run on it.

The details of the systems vary among the four demonstration projects. At Toyota City and Yokohama, thousands of electric cars from Toyota and Nissan, respectively, will be integrated into the grid; the cars will be able to store extra renewable energy and deliver power back to the grid when energy production drops. At Kitakyushu, the emphasis will be on hydrogen fuel cells, in part because Nippon Steel already manages large amounts ofhydrogen fuel. Kansai Science City will emphasize new software that allows consumers to see and manage their energy use, though its system will also incorporate electric vehicles and photovoltaics.

Asal Usul Burung dan Mamalia

Menurut teori evolusi, kehidupan berawal dan berevolusi di laut, kemudian amfibi memindahkannya ke darat. Skenario evolusi ini juga menyatakan bahwa amfibi kemudian berevolusi menjadi reptil, makhluk yang hanya hidup di darat. Sekali lagi skenario ini tidak masuk akal, karena terdapat perbedaan-perbedaan struktural yang jauh antara dua kelompok besar hewan ini. Misalnya, telur amfibi didesain untuk berkembang di dalam air sedangkan telur amniotik reptil didesain untuk berkembang di darat. Evolusi "bertahap" amfibi adalah mustahil, sebab tanpa telur yang didesain dengan baik dan sempurna, tidak mungkin sebuah spesies dapat bertahan hidup. Selain itu, seperti biasa, tidak ada bukti bentuk transisi yang mestinya menghubungkan amfibi dengan reptil. Robert L. Carrol, seorang ahli paleontologi evolusionis dengan spesialisasi di bidang paleontologi vertebrata, mengakui bahwa "reptil-reptil awal sangat berbeda dengan amfibi dan nenek moyang mereka belum dapat ditemukan."


Glosarium Biologi Pertanian (E-G)

Efek rumah kaca : Merupakan gejala peningkatan suhu dipermukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer

Ekosistem : suatu kondisi hubungan interaksi antara faktor biotik dengan faktor abiotik

Ekologi : ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya

Elastis : bersifat lentur

Esionom : gerak berupa reaksi terhadap rangsang dari luar

Endonom : gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari dalam

Endospora : spora yang dihasilkan di dalam sel

Ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh, berlangsung dari sel ke sel secara horizontal

Embrionik : proses pembentukan dan perkembangan embrio pada makhluk hidup

Enzim : katalis protein yang dihasilkan oleh sel dan bertanggung jawab untuk laju dan bersifat khusus yang tinggi dari satu atau lebih reaksi biokimia intraseluler atau ekstraseluler

Epistasis : faktor yang membwa sifat yang menutup

Epiteka : bagian tutup dari alga diatomae

Etiolasi : batang tumbuhan lemas karena kekurangan sinar matahari

Eukariotik : makhluk hidup yang memiliki membran inti sel

Fagotrof : makhluk hidup makro konsumen

Faset : mata yang terdapat pada serangga

Fenotipe : sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup, seperti warna kult, tinggi, jenis rambut

Fermentasi : perubahan enzimatik dan anaerob dari substansi organik oleh mikroorganisme untuk menghasilkan zat organik yang lebih sederhana

Fertilisasi in vitro : proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh

Fisura : retak tulang

Flame Cell : sel-sel api

Floem : pembuluh tapis

Fotik : daerah yang masih dapat diterangi sinar matahari

Fototropisme : gerak tumbuh bagian tubuh tumbuhan karena rangsang cahaya

Fotosintesis : asimilasi karbon yang menggunakan cahaya sebagai energi.

Food chain : Proses transfer energi makanan dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian makhluk hidup yang makan dan dimakan

Fraktura : patah tulang terbuka dan tertutup

Gastrulasi : fase perkembangan embrio setelah pembelahan dan perubahan dari blastula ke gastrula

Genom : set kromosom

Genotipe : sifat-sifat yang dibawa gen

Geitonogami : serbuk sari berasal dari bunga lain pada satu individu

Gestasi : masa kehamilan hewan

Gizzard : organ tubuh berfungsi untuk menggiling makanan.

Gutasi : peristiwa pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah yang terdapat pada tepi daun

Gymnospermae : tumbuhan berbiji terbuka

Perangkat Keras Komputer



Perangkat keras adalah semua bagian fisik computer. Perangkat keras dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan perangkat lunak yang menyediakan instruksi buat perangkat keras untuk menyelesaikan tugasnya. Secara umum ada empat komponen dasar pada komputer yang saling terkait.

  • Unit Masukan (Input), yaitu perangkat yang memungkinkan pengguna memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Contoh perangkat yang termasuk dalam unit masukan adalah : keyboard, mouse, joystick, dan digitizer.
  • Unit Keluaran (Output), yaitu perangkat yang memungkinkan pengguna menerima informasi hasil pemrosesan oleh komputer. Contoh perangkat yang termasuk dalam unit keluaran adalah : monitor, printer, dan plotter.
  • Unit Memori Utama (Main memory), yaitu perangkat yang digunakan untuk menyimpan data, program, dan informasi hasil pemrosesan komputer pada saat pemrosesan. Unit memori utama terdiri dari banyak sel, yang masing-masing dapat menyimpan satu satuan informasi. Unit memori utama terdiri dari dua bagian, yaitu ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM hanya dapat ditulisi sekali saja dan selanjutnya hanya dapat dibaca. RAM dapat ditulisi, dihapus dan dibaca berulang kali. Data, program, dan informasi yang sedang diproses disimpan dalam RAM ini, dan akan hilang apabila komputer dimatikan. Itu sebabnya data, program, dan informasi yang akan digunakan lagi disimpan dalam media penyimpanan tambahan (secondary storage) seperti, hard disk, disket, CD, tape dan lain-lain.
  • Unit Pemrosesan Pusat (Central Processing Unit), yaitu bagian yang digunakan untuk memproses data, program, dan informasi pada komputer. Ada dua bagian penting dalam CPU yaitu Arithmetic and Logical Unit (ALU) dan Control Unit. Banyak orang menyebutkan ALU adalah jantung dari sebuah komputer. ALU bertanggung jawab pada dua operasi dasar yaitu operasi aritmatik dan perbandingan. Sedangkan Control Unit bertanggung jawab untuk menkoordinasi semua aktivitas unit-unit lain, misalnya bagaimana keyboard dapat dikenali dan bekerja sebagai unit input yang dimengerti aktivitasnya. Secara fisik, arsitektur umum dari sebuah komputer yang biasa kita kenal (Personal Computer/PC). Sebuah PC merupakan rangkaian dari berbagai macam komponen yang memiliki fungsi masing-masing.

Berikut ini penjelasan singkat tentang komponen-komponen fisik dalam sebuah komputer :

1. Display. Komponen display atau monitor termasuk dalam unit keluaran sebuah komputer. Sebuah kabel menghubungkan monitor dengan adapter video yang diinstal pada slot ekspansi motherboard. Komputer mengirimkan signal kepada adapter video, mengenai karakter, gambar atau grafik apa yang harus ditampilkan. Adapter video akan mengkonversi signal menjadi sekumpulan instruksi tentang bagaimana monitor harus menampilkan teks, atau gambar pada layarnya.

2. Motherboard. Motherboard atau dikenal juga sebagai mainboard, system board atau logic board (pada Apple Computer) dan kadang disingkat sebagai mobo adalah pusat dari papan sirkuit utama pada sebuah sistem elektronik, seperti perangkat komputer modern. Pada komponen ini akan diletakkan (ditancapkan) komponen-komponen lain seperti memori utama, processor, adapter video, adapter suara dan lain-lain, sehingga terbentuk sistem komputer yang komplit dan dapat bekerja.

3. CPU. Central Processing Unit (CPU), atau sering disebut sebagai Processor, adalah komponen pada komputer digital yang menginterpretasi insktruksi dan memproses data pada suatu program komputer. CPU menyediakan bagian penting dari sustu sisitem digital yaitu kemampuan untuk diprogram. Komponen ini merupakan komponen yang harus ada pada setiap perangkat komputer.

4. Main Memory. Main Memory atau kadang disebut sebagai Primary Storage, atau Internal Memory, adalah memori komputer yang secara langsung dapat diakses oleh CPU tanpa menggunakan jalur input/output komputer. Komponen ini digunakan untuk menyimpan data yang sedang aktif digunakan. Primary storage dapat terdiri dari beberapa tipe penyimpan seperti main storage, cache memory, dan special registers.

5. Expansion Cards. Expansion card (kartu ekspansi) adalah sebuah printed circuit board (PCB) yang dapat ditancapkan pada slot ekspansi yang tersedia pada motherboard komputer untuk menambah fungsionalitas dari komputer. Contoh expansion card antara lain kartu adapter video, kartu adapter audio, kartu adapter jaringan dan lain-lain.

6. Power Supply. Power supply atau kadang-kadang disebut PSU (Power Supply Unit) adalah perangkat yang menyuplai energi listrik atau energi jenis lain pada komponen lain dalam komputer.

7. Optical Disc Drive. Optical Disc adalah sebuah media penyimpanan sekunder yang berbentuk seperti piringan hitam, namun dalam ukuran yang lebih kecil. Data yang tersimpan dalam Optical Disc diakses ketika material yang spesifik pada Optical Disc disinari oleh sinar laser. Ada dua tipe utama dalam Optical Disc yaitu yang berbasis pada CD (Compact Disc) dan yang berbasis pada DVD (Digital Versatile Disc). Perangkat untuk membaca, menulis, atau menghapus disebut Optical Disc Drive.
8. Secondary Storage (Hard Disk). Secondary Storage adalah perangkat yang digunakan untuk membantu Primary Storage (main memory), terutama untuk menyimpan data, program, atau informasi yang akan digunakan lagi. Berbeda dengan primary storage, data, program dan informasi pada secondary storage tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan, kecuali apabila memang sengaja dihapus. Secondary storage yang paling banyak ditemui dalam setiap komputer adalah Hard Disk. Hard disk akan menyimpan data dengan menggunakan material bersifat magnetic dalam pola-pola tertentu yang merepresentasikan data.


9. Keyboard. Keyboard atau papan kunci, perangkat yang digunakan untuk menginputkan teks dan karakter pada komputer. Perangkat ini juga dapat digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi khusus pada komputer.

10. Mouse. Mouse, biasanya terdiri dari pointing device, yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan relative dari dua permukaan secara dua dimensi yang kemudian ditampilkan pada display. Sebagai tambahan, pada mouse seringkali ditambahkan fungsi lain, seperti "wheels" atau roda. Selain mendeteksi pergerakan, mouse juga berperan dalam mengeksekusi perintah dengan cara menekan tombol pada mouse sekali (click) atau dua kali berurutan (double click).

Ibnu Sina

Nama lengkapnya Abu Ali Al-Husain Ibnu Abdullah Ibnu Sina. Lahir pada 980 di Ifsyia Karmitan, Asia Tengah, dan wafat pada 1037. Pada usia 10 tahun, ia sudah hafal Alquran.

Ibnu Sina dikenal sebagai the faher of doctors (bapak kedokteran). Selain kedokteran, ia juga menguasai fisika, matematika, astronomi, sejarah, dan filsafat dan kedokteran.

Sebagai dokter, ia lebih suka tindakan preventif daripada kuratif dan selalu menguatkan aspek spiritual dan fisik pasien secara simultan dalam pengobatannya. Bahwa temperatur, makanan, minuman, limbah, udara, keseimbangan gerak dan fikiran, tidur dan kerja mempengaruhi kesehatan, itu semua terbukti, dan sekarang menjadi masalah lingkungan yang utama.

Katanya, udara yang terkontaminasi uap dari rawa, danau, saluran drainase, asap atau jelaga dapat membahayakan kesehatan. Kini diketahui, gas itu adalah hasil proses anaerobik air limbah yakni CH4 (metana), H2S dan NH3.

Dari sejumlah risalah kesehatannya, Ibnu Sina punya dua teori segitiga pengobatan. Pertama, Triangular Theory of Islamic Medicine yang menyatakan kaitan antara Allah, manusia, dan pengobatan. Teori kedua, adanya 'hubungan antara badan, fikiran, dan semangat' pada kesehatan manusia.

Topik artikelnya yang lain adalah tentang penyakit jantung yang ada di dalam Kitab Adwiyat al-Qalbiyah (risalah obat untuk sakit jantung). Kitab ini diterjemahkan Arnold of Villanova dengan judul De Viribus Cordis di Spanyol. Karya lainnya, Urjuzah fit Tibb, sebuah manual medis, dibahasalatinkan oleh Armengaud Blasius (meninggal tahun 1312) menjadi Cantica di Montpellier, Perancis. Termasuk, risalah penyakit malaria yang diadopsi sembilan abad kemudian oleh Prof Wagner von Jauree dari Vienna sehingga menerima Nobel bidang fisiologi tahun 1927.

Karya medis pemilik magnum opus untuk buku al-Qanun fit Tibb atau Canon of Medicine ini, menurut MS Khan, ada sekitar 48 buah dalam bentuk buku dan risalah, sebagian menyatakan mencapai ratusan judul.

Antibiotik


Antibiotik adalah obat diberikan untuk menghambat pertumbuhan dan mematikan kuman-kuman penyakit karena infeksi seperti: Bakteri, Protozoa, dan Jamur. Penyakit infeksi karena virus sampai sekarang belum diketemukan obatnya. Pengobatan penyakit bertujuan untuk mematikan kuman penyebab penyakit yang terdapat dalam tubuh. Pengobatan biasanya ditujukan untuk penyakit akibat infeksi bakteri, jamur (fungi), dan protozoa. Pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus sampai saat ini belum ada obatnya. Pengobatan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar memperoleh hasil yang memuaskan. Jika tidak, maka kuman-kuman akan menjadi tahan (resisten) terhadap obat-obatan.

Saat ini, ada lebih dari 100 macam antibiotik, namun umumnya antibiotik tersebut berasal dari beberapa jenis antibiotik saja, sehingga mudah untuk dikelompokkan. Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.
  2. Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.
  3. Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.
  4. Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.
  5. Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.
  6. Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin.

Antibiotik dapat pula digolongkan berdasarkan organisme yang dilawan dan jenis infeksi. Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri, dapat dibedakan antibiotik yang membidik bakteri gram positif atau gram negatif saja, dan antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif.

Sebagian besar antibiotik mempunyai dua nama, nama dagang yang diciptakan oleh pabrik obat, dan nama generik yang berdasarkan struktur kimia antibiotik atau golongan kimianya. Contoh nama dagang dari amoksisilin, sefaleksin, siprofloksasin, kotrimoksazol, tetrasiklin dan doksisiklin, berturut-turut adalah Amoxan, Keflex, Cipro, Bactrim, Sumycin, dan Vibramycin.

Setiap antibiotik hanya efektif untuk jenis infeksi tertentu. Misalnya untuk pasien yang didiagnosa menderita radang paru-paru, maka dipilih antibiotik yang dapat membunuh bakteri penyebab radang paru-paru ini. Keefektifan masing-masing antibiotik bervariasi tergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.


Cara pemberian antibiotik

Antibiotik oral adalah cara yang paling mudah dan efektif, dibandingkan dengan antibiotik intravena (suntikan melalui pembuluh darah) yang biasanya diberikan untuk kasus yang lebih serius. Beberapa antibiotik juga dipakai secara topikal seperti dalam bentuk salep, krim, tetes mata, dan tetes telinga.

Penting bagi pasien atau keluarganya untuk mempelajari pemakaian antibiotik yang benar, seperti aturan dan jangka waktu pemakaian. Aturan pakai mencakup dosis obat, jarak waktu antar pemakaian, kondisi lambung (berisi atau kosong) dan interaksi dengan makanan dan obat lain. Pemakaian yang kurang tepat akan mempengaruhi penyerapannya, yang pada akhirnya akan mengurangi atau menghilangkan keefektifannya.

Bila pemakaian antibiotik dibarengi dengan obat lain, yang perlu diperhatikan adalah interaksi obat, baik dengan obat bebas maupun obat yang diresepkan dokter. Sebagai contoh, Biaxin (klaritromisin, antibiotik) seharusnya tidak dipakai bersama-sama dengan Theo-Dur (teofilin, obat asma). Berikan informasi kepada dokter dan apoteker tentang semua obat-obatan yang sedang dipakai sewaktu menerima pengobatan dengan antibiotik.

Jangka waktu pemakaian antibiotik adalah satu periode yang ditetapkan dokter. Sekalipun sudah merasa sembuh sebelum antibiotik yang diberikan habis, pemakaian antibiotik seharusnya dituntaskan dalam satu periode pengobatan.

Bila pemakaian antibiotik terhenti di tengah jalan, maka mungkin tidak seluruh bakteri mati, sehingga menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut. Hal ini dapat menimbulkan masalah serius bila bakteri yang resisten berkembang sehingga menyebabkan infeksi ulang.


Efek Samping

Disamping banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dalam pengobatan infeksi, antibiotik juga memiliki efek samping pemakaian, walaupun pasien tidak selalu mengalami efek samping ini. Efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala ringan, diare ringan, dan mual.

Dokter perlu diberitahu bila terjadi efek samping seperti muntah, diare hebat dan kejang perut, reaksi alergi (seperti sesak nafas, gatal dan bilur merah pada kulit, pembengkakan pada bibir, muka atau lidah, hilang kesadaran), bercak putih pada lidah, dan gatal dan bilur merah pada vagina.


Resistensi Antibiotik

Salah satu perhatian terdepan dalam pengobatan modern adalah terjadinya resistensi antibiotik. Bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, misalnya bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik, kemudian menjadi resisten. Beberapa bakteri mengembangkan resistensi genetik melalui proses mutasi dan seleksi, kemudian memberikan gen ini kepada beberapa bakteri lain melalui salah satu proses untuk perubahan genetik yang ada pada bakteri. Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya. Sekarang penisilin alami menjadi tidak efektif melawan bakteri stafilokokus dan harus diganti dengan antibiotik lain.

Polimer

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai beraneka ragam zat atau barang bukan sebagai senyawa sederhana melainkan sebagai molekul besar atau dengan berat molekul berkisar seribu bahkan ratusan ribu. Hal ini disebabkan karena senyawa tersebut tersusun dari molekul-molekul kecil yang saling bergabung membentuk struktur yang sangat besar, dan sifat-sifatnya berbeda dengan molekul-molekul penyusunnya. Molekul dengan ciri-ciri semacam ini disebut dengan makromolekul.

Beberapa senyawa makromolekul yang mudah kita temukan seperti kayu berupa lignin dan selulosa, bahan makanan seperti beras, tepung terigu berupa karbohidrat, daging, telur yang mengandung protein, bahan pakaian seperti polyester, peralatan yang terbuat dari plastik berupa polietilena teflon polivinilklorida dan polistirena.

Polimer adalah makromolekul yang biasanya memiliki bobot molekul tinggi, dibangun dari pengulangan unit-unitnya. Molekul sederhana yang membentuk unit-unit ulangan ini dinamakan monomer. Sedangkan reaksi pembentukan polimer dikenal dengan istilah polimerisasi.


Polimer Alam

Polimer alam adalah senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup. Contoh sederhana polimer alam adalah karet alam, pati, selulosa dan protein. Jumlahnya yang terbatas dan sifat polimer alam yang kurang stabil, mudah menyerap air, tidak stabil karena pemanasan dan sukar dibentuk menyebabkan penggunaanya amat terbatas.


Polimer sintetik

Polimer sintetik merupakan jenis polimer yang dihasilkan melalui sintesis kimia, produksi umumnya dilakukan dalam skala besar untuk kepentingan hidup manusia. Bentuk polimer sintetik yang dihasilkan dapat berupa plastik dan serat buatan. Plastik merupakan polimer yang memiliki sifat mencair atau mudah mengalir jika dipanaskan, sehingga mudah dibentuk atau dicetak. Beberapa produk dari plastik misalnya pipa, mainan anak-anak, dapat pula berbentuk lembaran seperti pembungkus makanan atau bahan dan berupa cairan pelapis cat mobil, pernis

Polimer sintetik lainnya adalah polimer termoset, polimer ini dapat dilebur pada tahap tertentu selanjutnya menjadi keras selamanya, dan tidak dapat dicetak ulang. Bakelit adalah contoh yang mudah kita temukan sebagai casing pada peralatan elektronika, toilet, dan lain-lain.

Serat buatan merupakan produk polimer berupa untaian atau seperti benang yang dapat ditenun atau dijalin membentuk lembaran-lembaran tipis dan panjang yang kuat dan ulet.


Polimerisasi

Penggabungan molekul-molekul kecil atau monomer menjadi molekul yang sangat besar diberi istilah reaksi polimerisasi. Berdasarkan peristiwa yang terjadi selama reaksi, maka polimerisasi dibagi menjadi tiga jenis yaitu: polimerisasi adisi dan polimer kondensasi.


Polimerisasi adisi

Polimerisasi adisi terjadi pada monomer-monomer yang sejenis dan mempunyai ikatan tak jenuh (rangkap). Proses polimerisasi diawali dengan pembukaan ikatan rangkap dari setiap monomernya, dilanjutkan dengan penggabungan monomer-monomernya membentuk rantai yang lebih panjang dengan ikatan tunggal.

Polimer yang terbentuk dari reaksi polimerisasi adisi hanya mengandung satu macam monomer saja, sehingga disebut homopolimer, Struktur homopolimer adalah –A – A – A – A – A, dan A adalah monomer.

Beberapa senyawa yang mengikuti pola reaksi adisi, seperti etilen dalam membentuk polietilen, tetrafloro etilen dalam membentuk Teflon dan polimer lainnya. Dalam polimerisasi adisi dari senyawa propilen akan terbentuk tiga jenis struktur polimer didasari pada kedudukan atau posisi dari gugus alkil atau fenil. Isotaktik propilen berbentuk jika gugus metil pada posisi yang sama didalam polimer tersebut.

Jika gugus alkil/fenil memiliki kedudukan yang tidak sama misalnya cis dan trans, namun kedudukan tersebut berubah secara beraturan, maka polimer tersebut dikatakan sebagai sindiotaktik. Jika gugus alkil/fenil yang berada pada rantai karbonnya berposisi secara random, maka polimer ini disebut dengan polimer ataktik.


Polimerisasi Kondensasi

Pada polimerisasi kondensasi penggabungan monomer membentuk polimer dengan melepaskan molekul kecil seperti air (H2O) atau ammonia (NH3). Pada polimerisasi kondensasi, banyak monomer pembentuk polimer lebih dari satu jenis atau terbentuk dari bermacam═▓macam monomer, sehingga disebut kopolimer. Struktur umum kopolimer adalah –A – B – A – B – A – B – A – B – .

Perbedaan Proprietary Software Dengan FOSS

Berdasarkan legalisasi software, terdapat dua jenis software, yaitu :

Proprietary Software Pada dasarnya lisensi ini menyatakan bahwa pengguna hanya berhak untuk menggunakan software tersebut. Sedangkan hak milik dan hak intelektual tetap pada pembuat software. Software berlisensi propetiary seringkali menetapkan banyak batasan, antara lain:

1. Batasan penggunaan software, misalnya hanya boleh digunakan untuk pengguna perorangan, dan tidak boleh digunakan oleh badan usaha atau institusi

2. Batasan perubahan konfiurasi, aturan ini biasanya berlaku bagi mereka yang ingin menambah atau mengubah kode pemrograman software tersebut. Bahkan hampir semua software propetiary melarang teknik reverse engineering terhadap software yang mereka gunakan.

3. Pemberlakukan hukum hak cipta, banyak pemilik software yang menyatakan bahwa pengguna software bersedia mengikuti Undang-undang hak cipta yang berlaku di Negara tertentu.


Free and OpenSource Software. Kata free tersebut tidak diterjemahkan sebagai gratis, tetapi diterjemahkan sebagai kata bebas atau merdeka. Lisensi FOSS memiliki 2 hal utama yang menjadi jiwa dari lisensi tersebut :

1. Memberikan kebebasan kepada pengguna untuk memodifikasi dan ikut mengembangkan aplikasi tersebut

2. memberikan kebebasan kepada pengguna untuk mendistribusikan software tersebut. Apakah FOSS selalu gratis ? tidak juga, karena ada beberapa software dengan target pasar enterprise, tidak sepenuhnya gratis, karena pengguna harus membayar dengan sejumlah uang sebagai pengganti dukungan layanan dari pembuat software.

Dari dua kategori diatas, FOSS lebih menguntungkan bagi dunia pendidikan karena beberapa alasan :

1. Karena kode pemrogramannya disertakan, anak-anak didik kita bisa dengan bebas belajar bagaimana software tadi dibuat dan membuka kemungkinan kelompok generasi muda yang mampu membuat software sendiri

2. Biaya untuk memperoleh software tersebut relatif lebih murah dibanding software propetiary

3. Proses pembelajaran tentang pengembangan software menjadi semakin praktis karena banyak contoh aplikasi yang bisa dijadikan bahan pembelajaran, bahkan sampai ke system operasi, yang jika dijelaskan menggunakan software propetiary hanya akan berada di tataran teori, sedangkan jika dijelaskan dengan FOSS akan sampai kepada tataran praktik.


Aturan-aturan Perpajakan Terbaru

Seiring dengan berjalannya waktu, peraturan tentang perpajakan di Indonesia terus direvisi dan dilengkapi. Tujuannya agar pelaksanaan perpajakan lebih efektif dan efisien dalam membiayai pembangunan. Berikut adalah aturan-aturan perpajakan terbaru dengan petunjuk referensi dari setiap item pemaparannya :

Glosarium Biologi Pertanian (B-D)

Bakteriofag : virus yang menyerang bakteri

Batial : daerah yang kedalamannya ± 200-2500 m

Bentos : hewan-hewan yang melekat atau beristirahat pada dasar atau hidup pada endapan

Biogas : pembuatan gas yang memanfaatkan mikroorganisme

Biokatalisator : sifat enzim yang mempercepat suatu reaksi tetapi tidak ikut bereaksi

Bioenergi : energi hasil dari proses biologi

Biomassa : bobot makhluk hidup persatuan luas ekosistem

Bioma : ekosistem dalam skala besar yang melibatkan iklim akibat perbedaan letak geografis

Blastospora : spora aseksual yang dihasilkan dengan cara berkuncup, contohnya pada khamir

Breeding : proses perkawinan silang pada makhluk hidup

Daur ulang : salah satu cara untuk mengolah sampah organik dan anorganik menjadi benda-benda yang bermanfaat

Daya dukung : ketersediaan sumber daya alam, cukup ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar pada tingkat kestabilan sosial tertentu

Daya lenting : kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau ganguan.

Determinasi : membandingkan ciri-ciri morfologi makhluk hidup yang berlawanan

Diploblastik : dinding tubuh terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar dan dalam

Dendrit : bagian saraf-saraf memanjang penerima rangsang

Dihibrida : suatu persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda

Diferensiasi : proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup secara spesialisasi

Difusi : pergerakan molekul-molekul zat dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi (hipertonis) ke daerah berkonsentrasi lebih rendah (hipotonis)

Diploid : memiliki 2 set kromosom yang homolog (2n)

Dikotomi : pembeda memiliki dua pilihan yang berlawanan

Dikotil : tumbuhan berkeping dua

Double helix : tangga tali berpilin pada kromosom

Dominan : sifat yang utama

Dispersal : pemencaran alat-alat perkembangbiakan

Dikogami : masaknya serbuk sari dan putik tidak bersamaan

Delesi : kehilangan gen

Duplikasi : penggandaan gen


Lihat juga :

Glosarium Biologi Pertanian (A).

Glosarium Biologi Pertanian (A)

Abisal : daerah yang lebih dalam dan lebih jauh dari pantai

Afotik : daerah yang sama sekali gelap

Akinet : sel yang tidak aktif akan membentuk trikom baru setelah masa dorman selesai

Alel : gen-gen yang berada pada lokus yang setentang/ selevel/bersesuaian pada kromosom yang sehomolog

Alogami : serbuk sari berasal dari individu lain yang spesiesnya sama

Ametabola : tidak ada pergantian bentuk dan hanya dapat dilihat pertambahan besar ukuran

Amfiartrosis : hubungan tulang yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan.

Amnensalisme : Interaksi merupakan ganguan bagi satu makhluk hidup tapi tidak berpengaruh pada makhluk hidup lainnya

Anabolisme : penyusunan senyawa-senyawa organik dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks menggunakan energi

Anatomi : susunan tubuh makhluk hidup

Aneuploidi : perubahan set kromosom

Aneusomi : jumlah autosom maupun gonosomnya dapat berkurang atau bertambah dari normal

Autosom : sel tubuh manusia

Autopoliploidi : genom (N) sendiri yang berganda karena gangguan waktu meiosis

Amfiksis : kandung lembaga berasal dari hasil peleburan ovum dan sperma

Applied Science : ilmu terapan

Apomiksasis : kandung lembaga bukan berasal dari hasil peleburan ovum dan sperma.

Aporogami : inti sperma masuk tidak melalui mikropil, misalnya melalui kalaza

Autogami : serbuk sari berasal dari bunga yang sama, proses penyerbukan terjadi selagi bunga belum mekar

Angiospermae : tumbuhan berbiji tertutup

Apterygota : serangga tidak bersayap

Asimilasi : proses sintesis senyawa-senyawa anorganik untuk disusun menjadi senyawa-senyawa organik

Askokarp : tubuh buah yang mengandung askospora pada Ascomycota.

Artospora : spora yang dihasilkan dari pemisahan hifa.

Autotrop : makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri.

Merawat Baterai (Aki) Pada Mobil

Komponen yang berfungsi sebagai nyawa untuk menghidupkan mesin ini sering terabaikan oleh pemilik kendaraan. Umumnya, pemilik kendaraan baru memperhatikannya jika sudah mulai merongrong saat mesing hendak dihidupkan pagi-pagi.

Tentunya anda tidak ingin menjumpai masalah yang mengesalkan itu, apalagi jika anda harus menghadiri acara pagi hari. Agar aman dari gangguan masalah seperti itu, ada sejumlah langkah praktis yang sebaiknya anda lakukan.

Permukaan elektrolit harus diperiksa secara berkala, misalnya seminggu sekali. Jika tinggi permukaan elektrolit di bawah batas tanda Upper Level , segera tambahkan cairan air suling (botol biru), jangan dengan air aki aski dari larutan asam sulfat.

Umumnya, rumah atau kotak baterai terbuat dari bahan plastic yang transparan. Pada badannya terdapat tanda Upper Level atau Lower Level un tuk memberikan tanda kondisi tinggi permukaan elektrolit yang normal.

Bila penambahan air suling dilakukan pada suhu lingkungan sekitar yang relatif dingin, sebaiknya segera lakukan pengisian (charging) agar tidak terjadi pembekuan cairan. Pada baterai yang menggunakan kotak hitam yang umum digunakan pada kendaraan berat, tinggi permukaan elektrolit harus selalu dijaga 10-15 mm di atas sekat pemisah. Gunanya agar cukup tinggi untuk menutup pelat pada seluruh sel baterai.


Pemeriksaan Isi Baterai

Kondisi bagian dalam baterai dapat diketahui dengan mengukur nilai berat jenis cairan elektrolit. Selain itu, lakukan juga pengujian beban. Dengan melaksanakan kedua pengujian itu, maka kondisi baterai dapat diketahui dengan pasti.


Cairan Elektrolit

Berat jenis cairan elektrolit baterai diukur dengan perangkat hydrometer. Cara menggunakan alat ini, masukan ujungnya ke dalam salah satu sel baterai, isap cairan elektrolitnya, lalu lihat indikatornya.

Melihat indikator harus dilakukan pada posisi sejajar dengan mata. Pada indikator yang mengapung tersebut, tertera sejumlah angka yang menandakan tingkat “kesehatan” baterai. Biasanya, indikator hydrometer mempunyai tiga ukuran kesehatan baterai, yaitu kondisi good,, average, dan poor. Posisi good ditandain dengan warna hijau, average warna putih, dan poor berkelir merah yang artinya baterai perlu di-charge ulang.

Sebaiknya, penambahan cairan elektrolit tidak dilakukan menjelang pengukuran berat jenis. Sebab konsentrasi larutan akan berubah sehingga menghasilkan pengukuran yang kurang akurat. Bila akan melakukan penambahan cairan elektrolit , terlebih dahulu lakukanlah pengisian ulang baterai untuk menetralisir elektrolit agar didapatkan keseimbangan.

Bila hasil pengukuran berat jenis senilai 1.300 atau lebih, berarti baterai dalam kondisi kelebihan berat jenis. Tambahkan segera air suling untuk menurunkan berat jenis. Posisi berat jenis 1.290-1.220 menunjukkan baterai dalam keadaan baik, tidak perlu diapa-apakan.

Sebaliknya, jika berat jenis baterai berkisar 1.200 atau kurang, maka segera lakukan pengisian penuh agar nilainya kembali normal. Jika tetap tidak berubah dari 1.210 setelah diberikan pengisian ulang, berarti kemampuan akik telah mencapai masa purnabakti. Karena itu, lebih baik baterainya diganti.


Tes Beban Dengan Arus Besar

Untuk melakukan pengetesan dengan aman, dibutuhkan peralatan dan pengalaman yang memadai. Karena itu, sebaiknya tes ini dilakukan di bengkel baterai. Kalau ingin melakukan, buanglah arus dari baterai sebanyak empat kali dari kapasitasnya. Setelah itu, diamkan baterai selama lima detik, kemudian ukur tegangan baterai. Tegangan terminal harus 9,6 Volt atau lebih. Jika kurang, ganti baterainya.


Pengisian Baterai

Jika kondisi baterai mengharuskan pengisian arus ulang. Ada dua metode, yaitu pengisian cepat dan lambat. Pengisian cepat umumnya dilakukan oleh bengkel baterai yang mempunyai peralatan yang memadai. Baterai di-charge dengan arus listrik searah sebesar 10 Ampere atau lebih dalam mesin dalam waktu singkat. Gunanya untuk mendapatan kemampuan menstarter mesin demham waktu cepat. Setelah itu, pengisian akan dilakukan oleh sistem kelistrikan mobil selama kendaraan dijalankan.

Karena menggunakan arus listrik yang besar, maka aplikasi pengisian baterai dengan metode cepat ini relatif terbatas. Metode pengisian cepat ini mengakibatkan umur baterai menjadi pendek. Sebab dalam waktu cepat, bateri dihujani dengan arus listrik dalam jumlah besar. Suhu baterai pun meningkat cepat dan elektrolit pun menjadi panas.

Untuk mengatasi kelemahan dan bahaya metode pengisian cepat, kini lebih banyak digunakan cara pengisian lambat. Disebut pengisian lambat, karena baterai di-charge dengan arus listrik kecil dalam waktu yang panjang.

Besarnya arus listrik maksimum pada pengisian lambat—harus kurang dari 10% kapasitas baterai. Misalnya, sebuah baterai mempunyai kapasitas 50 Ampere, maka arus listrik untuk pengisian laqmbatnya harus kurang dari 5 ampere.

Karena arusnya listriknya kecil, maka proses pengisian baterai bisa ditinggalkan semalaman. Apalagi jika menggunakan peralatan battery charger yang memiliki sistem trickle down. Pada pengisian baterai sistem trickle down, jika kondisi baterai sudah cukup baik, proses pengisian akan berhenti secara otomatis.