Blog ini didedikasikan kepada siapa pun yang mencintai ilmu pengetahuan. Bantulah kami dengan berkontribusi melalui email ke alamat saung.elmu@gmail.com.
Pencarian Ilmu (Isi langsung tekan "Enter")
Asal Usul Burung dan Mamalia
Glosarium Biologi Pertanian (E-G)
Efek rumah kaca : Merupakan gejala peningkatan suhu dipermukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer
Ekosistem : suatu kondisi hubungan interaksi antara faktor biotik dengan faktor abiotik
Ekologi : ilmu yang mempelajari hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya
Elastis : bersifat lentur
Esionom : gerak berupa reaksi terhadap rangsang dari luar
Endonom : gerak bagian tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari dalam
Endospora : spora yang dihasilkan di dalam sel
Ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh, berlangsung dari sel ke sel secara horizontal
Embrionik : proses pembentukan dan perkembangan embrio pada makhluk hidup
Enzim : katalis protein yang dihasilkan oleh sel dan bertanggung jawab untuk laju dan bersifat khusus yang tinggi dari satu atau lebih reaksi biokimia intraseluler atau ekstraseluler
Epistasis : faktor yang membwa sifat yang menutup
Epiteka : bagian tutup dari alga diatomae
Etiolasi : batang tumbuhan lemas karena kekurangan sinar matahari
Eukariotik : makhluk hidup yang memiliki membran inti sel
Fagotrof : makhluk hidup makro konsumen
Faset : mata yang terdapat pada serangga
Fenotipe : sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup, seperti warna kult, tinggi, jenis rambut
Fermentasi : perubahan enzimatik dan anaerob dari substansi organik oleh mikroorganisme untuk menghasilkan zat organik yang lebih sederhana
Fertilisasi in vitro : proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh
Fisura : retak tulang
Flame Cell : sel-sel api
Floem : pembuluh tapis
Fotik : daerah yang masih dapat diterangi sinar matahari
Fototropisme : gerak tumbuh bagian tubuh tumbuhan karena rangsang cahaya
Fotosintesis : asimilasi karbon yang menggunakan cahaya sebagai energi.
Food chain : Proses transfer energi makanan dari sumbernya (tumbuhan) melalui serangkaian makhluk hidup yang makan dan dimakan
Fraktura : patah tulang terbuka dan tertutup
Gastrulasi : fase perkembangan embrio setelah pembelahan dan perubahan dari blastula ke gastrula
Genom : set kromosom
Genotipe : sifat-sifat yang dibawa gen
Geitonogami : serbuk sari berasal dari bunga lain pada satu individu
Gestasi : masa kehamilan hewan
Gizzard : organ tubuh berfungsi untuk menggiling makanan.
Gutasi : peristiwa pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah yang terdapat pada tepi daun
Gymnospermae : tumbuhan berbiji terbuka
Antibiotik

Antibiotik adalah obat diberikan untuk menghambat pertumbuhan dan mematikan kuman-kuman penyakit karena infeksi seperti: Bakteri, Protozoa, dan Jamur. Penyakit infeksi karena virus sampai sekarang belum diketemukan obatnya. Pengobatan penyakit bertujuan untuk mematikan kuman penyebab penyakit yang terdapat dalam tubuh. Pengobatan biasanya ditujukan untuk penyakit akibat infeksi bakteri, jamur (fungi), dan protozoa. Pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus sampai saat ini belum ada obatnya. Pengobatan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar memperoleh hasil yang memuaskan. Jika tidak, maka kuman-kuman akan menjadi tahan (resisten) terhadap obat-obatan.
Saat ini, ada lebih dari 100 macam antibiotik, namun umumnya antibiotik tersebut berasal dari beberapa jenis antibiotik saja, sehingga mudah untuk dikelompokkan. Berdasarkan mekanisme aksinya, yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri, antibiotik dikelompokkan sebagai berikut:
- Mengganggu sintesa dinding sel, seperti penisilin, sefalosporin, imipenem, vankomisin, basitrasin.
- Mengganggu sintesa protein bakteri, seperti klindamisin, linkomisin, kloramfenikol, makrolida, tetrasiklin, gentamisin.
- Menghambat sintesa folat, seperti sulfonamida dan trimetoprim.
- Mengganggu sintesa DNA, seperti metronidasol, kinolon, novobiosin.
- Mengganggu sintesa RNA, seperti rifampisin.
- Mengganggu fungsi membran sel, seperti polimiksin B, gramisidin.
Antibiotik dapat pula digolongkan berdasarkan organisme yang dilawan dan jenis infeksi. Berdasarkan keefektifannya dalam melawan jenis bakteri, dapat dibedakan antibiotik yang membidik bakteri gram positif atau gram negatif saja, dan antibiotik yang berspektrum luas, yaitu yang dapat membidik bakteri gram positif dan negatif.
Sebagian besar antibiotik mempunyai dua nama, nama dagang yang diciptakan oleh pabrik obat, dan nama generik yang berdasarkan struktur kimia antibiotik atau golongan kimianya. Contoh nama dagang dari amoksisilin, sefaleksin, siprofloksasin, kotrimoksazol, tetrasiklin dan doksisiklin, berturut-turut adalah Amoxan, Keflex, Cipro, Bactrim, Sumycin, dan Vibramycin.
Setiap antibiotik hanya efektif untuk jenis infeksi tertentu. Misalnya untuk pasien yang didiagnosa menderita radang paru-paru, maka dipilih antibiotik yang dapat membunuh bakteri penyebab radang paru-paru ini. Keefektifan masing-masing antibiotik bervariasi tergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.
Cara pemberian antibiotik
Antibiotik oral adalah cara yang paling mudah dan efektif, dibandingkan dengan antibiotik intravena (suntikan melalui pembuluh darah) yang biasanya diberikan untuk kasus yang lebih serius. Beberapa antibiotik juga dipakai secara topikal seperti dalam bentuk salep, krim, tetes mata, dan tetes telinga.
Penting bagi pasien atau keluarganya untuk mempelajari pemakaian antibiotik yang benar, seperti aturan dan jangka waktu pemakaian. Aturan pakai mencakup dosis obat, jarak waktu antar pemakaian, kondisi lambung (berisi atau kosong) dan interaksi dengan makanan dan obat lain. Pemakaian yang kurang tepat akan mempengaruhi penyerapannya, yang pada akhirnya akan mengurangi atau menghilangkan keefektifannya.
Bila pemakaian antibiotik dibarengi dengan obat lain, yang perlu diperhatikan adalah interaksi obat, baik dengan obat bebas maupun obat yang diresepkan dokter. Sebagai contoh, Biaxin (klaritromisin, antibiotik) seharusnya tidak dipakai bersama-sama dengan Theo-Dur (teofilin, obat asma). Berikan informasi kepada dokter dan apoteker tentang semua obat-obatan yang sedang dipakai sewaktu menerima pengobatan dengan antibiotik.
Jangka waktu pemakaian antibiotik adalah satu periode yang ditetapkan dokter. Sekalipun sudah merasa sembuh sebelum antibiotik yang diberikan habis, pemakaian antibiotik seharusnya dituntaskan dalam satu periode pengobatan.
Bila pemakaian antibiotik terhenti di tengah jalan, maka mungkin tidak seluruh bakteri mati, sehingga menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut. Hal ini dapat menimbulkan masalah serius bila bakteri yang resisten berkembang sehingga menyebabkan infeksi ulang.
Efek Samping
Disamping banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dalam pengobatan infeksi, antibiotik juga memiliki efek samping pemakaian, walaupun pasien tidak selalu mengalami efek samping ini. Efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala ringan, diare ringan, dan mual.
Dokter perlu diberitahu bila terjadi efek samping seperti muntah, diare hebat dan kejang perut, reaksi alergi (seperti sesak nafas, gatal dan bilur merah pada kulit, pembengkakan pada bibir, muka atau lidah, hilang kesadaran), bercak putih pada lidah, dan gatal dan bilur merah pada vagina.
Resistensi Antibiotik
Salah satu perhatian terdepan dalam pengobatan modern adalah terjadinya resistensi antibiotik. Bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik, misalnya bakteri yang awalnya sensitif terhadap antibiotik, kemudian menjadi resisten. Beberapa bakteri mengembangkan resistensi genetik melalui proses mutasi dan seleksi, kemudian memberikan gen ini kepada beberapa bakteri lain melalui salah satu proses untuk perubahan genetik yang ada pada bakteri. Ketika bakteri yang menyebabkan infeksi menunjukkan resistensi terhadap antibiotik yang sebelumnya sensitif, maka perlu ditemukan antibiotik lain sebagai gantinya. Sekarang penisilin alami menjadi tidak efektif melawan bakteri stafilokokus dan harus diganti dengan antibiotik lain.
Glosarium Biologi Pertanian (B-D)
Bakteriofag : virus yang menyerang bakteri
Batial : daerah yang kedalamannya ± 200-2500 m
Bentos : hewan-hewan yang melekat atau beristirahat pada dasar atau hidup pada endapan
Biogas : pembuatan gas yang memanfaatkan mikroorganisme
Biokatalisator : sifat enzim yang mempercepat suatu reaksi tetapi tidak ikut bereaksi
Bioenergi : energi hasil dari proses biologi
Biomassa : bobot makhluk hidup persatuan luas ekosistem
Bioma : ekosistem dalam skala besar yang melibatkan iklim akibat perbedaan letak geografis
Blastospora : spora aseksual yang dihasilkan dengan cara berkuncup, contohnya pada khamir
Breeding : proses perkawinan silang pada makhluk hidup
Daur ulang : salah satu cara untuk mengolah sampah organik dan anorganik menjadi benda-benda yang bermanfaat
Daya dukung : ketersediaan sumber daya alam, cukup ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar pada tingkat kestabilan sosial tertentu
Daya lenting : kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau ganguan.
Determinasi : membandingkan ciri-ciri morfologi makhluk hidup yang berlawanan
Diploblastik : dinding tubuh terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar dan dalam
Dendrit : bagian saraf-saraf memanjang penerima rangsang
Dihibrida : suatu persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda
Diferensiasi : proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup secara spesialisasi
Difusi : pergerakan molekul-molekul zat dari daerah berkonsentrasi lebih tinggi (hipertonis) ke daerah berkonsentrasi lebih rendah (hipotonis)
Diploid : memiliki 2 set kromosom yang homolog (2n)
Dikotomi : pembeda memiliki dua pilihan yang berlawanan
Dikotil : tumbuhan berkeping dua
Double helix : tangga tali berpilin pada kromosom
Dominan : sifat yang utama
Dispersal : pemencaran alat-alat perkembangbiakan
Dikogami : masaknya serbuk sari dan putik tidak bersamaan
Delesi : kehilangan gen
Duplikasi : penggandaan gen
Lihat juga :
Glosarium Biologi Pertanian (A)
Abisal : daerah yang lebih dalam dan lebih jauh dari pantai
Afotik : daerah yang sama sekali gelap
Akinet : sel yang tidak aktif akan membentuk trikom baru setelah masa dorman selesai
Alel : gen-gen yang berada pada lokus yang setentang/ selevel/bersesuaian pada kromosom yang sehomolog
Alogami : serbuk sari berasal dari individu lain yang spesiesnya sama
Ametabola : tidak ada pergantian bentuk dan hanya dapat dilihat pertambahan besar ukuran
Amfiartrosis : hubungan tulang yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan.
Amnensalisme : Interaksi merupakan ganguan bagi satu makhluk hidup tapi tidak berpengaruh pada makhluk hidup lainnya
Anabolisme : penyusunan senyawa-senyawa organik dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks menggunakan energi
Anatomi : susunan tubuh makhluk hidup
Aneuploidi : perubahan set kromosom
Aneusomi : jumlah autosom maupun gonosomnya dapat berkurang atau bertambah dari normal
Autosom : sel tubuh manusia
Autopoliploidi : genom (N) sendiri yang berganda karena gangguan waktu meiosis
Amfiksis : kandung lembaga berasal dari hasil peleburan ovum dan sperma
Applied Science : ilmu terapan
Apomiksasis : kandung lembaga bukan berasal dari hasil peleburan ovum dan sperma.
Aporogami : inti sperma masuk tidak melalui mikropil, misalnya melalui kalaza
Autogami : serbuk sari berasal dari bunga yang sama, proses penyerbukan terjadi selagi bunga belum mekar
Angiospermae : tumbuhan berbiji tertutup
Apterygota : serangga tidak bersayap
Asimilasi : proses sintesis senyawa-senyawa anorganik untuk disusun menjadi senyawa-senyawa organik
Askokarp : tubuh buah yang mengandung askospora pada Ascomycota.
Artospora : spora yang dihasilkan dari pemisahan hifa.
Autotrop : makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri.
Balada Kecoa Dan Radiasi Nuklir

Kecoa yang malang dan hina dina. Kemana pun ia pergi, kehadirannya tak diinginkan, dikejar oleh sepatu bermerek dan gulungan majalah dari satu sudut bumi ke sudut bumi yang lain. Tetapi, sejujurnya, kita harus tetap memuji mereka. Kenapa? Karena mereka bisa bertahan terhadap radiasi ledakan bom nuklir.
Manusia yang terkena radiasi lebih dari 800 REM (REM adalah dosis radiasi yang akan menyebabkan sejumlah tertentu kerusakan pada jaringan mahluk hidup) kemungkinan besar akan meninggal. Sedangkan, bagi kecoa dosis REM sebesar itu tak berarti apa-apa karena dosis REM untuk mematikan kecoa Amerika adalah 67.500 REM dan dibutuhkan 100.000 REM untuk menghentikan langkah kecoa Jerman.
Ada alasan sederhana mengapa kecoa (dan serangga lain) kurang rentan terhadap radiasi dibandingkan manusia (atau mahluk hidup lain), yaitu : Kesederhanaan. Pada dasarmya, semakin kompleks suatu organisme, maka semakin rentan ia terhadap efek radiasi karena semakin banyak susunan kompleks yang menjadi kacau. Selain itu, dengan masa hidup yang pendek, maka kecoa tidak punya cukup waktu untuk mengalami kanker akibat akumulasi paparan radiasi yang diterimanya.
Apa Yang Akan Menjadi Pembunuh Terbesar Di Dunia Pada Tahun 2030?
a. Tuberkulosis
b. AIDS
c. Malaria
d. Tembakau
e. Pembunuhan
Menurut WHO, Kanker saat ini membunuh 7 juta orang dalam setahun, tetapi bukan kanker yang menjadi pembunuh utama pada tahun 2030 melainkan tembakau. Tembakau saat ini menjadi penyebab utama kedua kematian di dunia. Tembakau bertanggung jawab atas kematian 1 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia yang terakumulasi menjadi sekitar 5 juta kematian setiap tahunnya. Sekitar 1,3 milyar orang adalah perokok tetap. Separuh dari mereka—berarti 650 juta orang—pada akhirnya akan tewas gara-gara tembakau.
Apabila angka-angka terus meningkat pada level sekarang ini, tembakau—dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan merokok—akan menjadi pembunuh terbesar di dunia tahun 2030, yaitu membunuh 10 juta orang dalam setahun.
Negara-negara berkembang yang paling banyak menderita. Saat ini 84% perokok berada di negara-negara berpendapatan menengah sampai rendah, tempat kebiasaan merokok meningkat secara bertahap sejak tahun 1970.
Sebaliknya, tingkat merokok di kalangan laki-laki dari Amerika Serikat menurun dari 55% pada tahun 1950-1n menjadi 28% pada tahun 1990-an. Di Timur Tengah—tempat separuh laki-laki dewasanya merokok—konsumsi tembakau 24% antara tahun 1990 dan 1997.
Konsekuensi ekonomi dari kebiasaan merokok di dunia berkembang sama berbahayanya dengan dampaknya terhadap kesehatan. Di tempat-tempat seperti Nigeria, Vietnam, dan Bangladesh, keluarga miskin menghabiskan uang sepertiga lebih banyak pada produk-produk tembakau daripada makanan. Ini jelas berbahaya bagi ketahanan negara terkait karena semakin besar pengeluaran dipakai untuk rokok, maka semakin sedikit pengeluaran untuk nutrisi warga negaranya.
Baru pada akhir tahu 1940-an, ilmu pengetahuan modern menghubungkan penyakit dengan tembakau. Di Inggris, baru setelah laporan Royal College Of Physicians pada tahun 1964, pemerintah sepenuhnya menerima hubungan antara merokok dan kanker. Akhirnya, 7 tahun kemudian, peringatan-peringatan mengenai bahaya merokok muncul di bungkusan rokok.
Walaupun bukti-bukti selama 30 tahun sudah menggunung, 1 dari 4orang dewasa Inggris terus merokok secara tetap (walaupun 70% dari mereka berusaha untuk berhenti).
Pada tahun 2004, Kerajaan Bhutan di pegunungan Himalaya tidak saja melarang merokok di depan umum, tetapi juga melarang penjualan tembakau. Bhutan menjadi negara pertama yang melakukannya.
Otak

Selama masih hidup, otak manusia berwarna merah muda. Warna tersebut berasal dari pembuluh-pembuluh darah. Tanpa darah segar beroksigen (seperti saat otak dipindahkan dari tubuh) otak manusia berwarna abu-abu.
Anehnya sekitar 40% otak terbuat dari apa yang disebut “zat abu-abu” dan 60% “zat putih”. Istilah ini bukan gambaran akurat warna yang kasat mata tetapi jika diiris tipis dan dalam potongannya, zat-zat ini jelas dua jenis jaringan otak yang berbeda.
Dengan menggunakan pemindai otak, dapat dipahami apa fungsi-fungsi yang diperlihatkan oleh tiap-tiap zat tersebut. Zat abu-abu terdiri dari sel-sel tempat “pengolahan” informasi yang sedang dilakukan. Proses ini memerlukan sekitar 94% oksigen yang digunakan oleh otak.
Zat putih adalah sebuah protein lemak yang disebut myelin yang membungkus dan mengisolasi dendrit dan akson yang memanjang dari sel-sel tersebut. Itu adalah jaringan komunikasi otak, yang menyatukan bagian-bagian zat abu-abu yang berbeda dan menghubungkan zat abu-abu dengan bagian tubuh lainnya.
Analogi yang tepat untuknya adalah komputer. Zat abu-abu adalah prosesor, zat putih adalah kabel-kabelnya. Apa yang disebut dengan intelegensia membutuhkan keduanya untuk berfungsi dalam kecepatan tinggi.
Sekarang bahkan semakin menarik. Berbagai studi terkini di sejumlah universitas di California dan New Mexico memindai otak para laki-laki dan perempuan yang memiliki IQ sama. Hasilnya mengejutkan : laki-laki memiliki zat abu-abu enam setengah kali lebih banyak dari perempuan, dan perempuan memiliki hamper sepuluh kali lebih banyak dari pada laki-laki.
Zat putih pada perempuan ditemukan di otak depan dengan konsentrasi tinggi, sementara di bagian yang sama laki-laki tidak memiliknya. Ini sangat penting karena otak depan dipercaya memainkan peranan kunci dalam control emosional, kepribadian, dan pertimbangan.
Jadi, berbagai teori tentang “Mars dan venus” mengenai perbedaan gender mungkin akan segera mendapatkan suatu pembenaran secara fisiologis. Otak laki-laki dan perempuan memang kelihatannya dipasang dan disusun secara berbeda. Outputnya mungkin sama, tetapi cara produksinya sangat berbeda.
Virus Flu Burung
Flu Burung disebabkan oleh virus influenza tipe A, dulu hanya menginfeksi unggas, tetapi belakangan ditemukan juga di kuda, babi, kucing dan manusia. Virus ini dapat berkembang dan melintas, pindah dari unggas ke manusia, ada banyak subtipe virus influenza ini karena jenis virus ini mudah sekali bermutasi atau berubah bentuk, tetapi berubahnya tidak langsung total. Secara kasar, misalnya sekarang virus ini bertangan dua, besok dapat berubah bertangan dua setengah. Karena mudah berubah maka seseorang yang hari ini terkena flu dan telah sembuh, besoknya dia bisa terkena flu lagi.
Cara penularan virus ini melalui pernafasan dan juga dari debu atau udara, penularan dari unggas terutama dari droplet (lendir yang terutama dari hidung unggas). Lendir tersebut dapat menginfeksi lewat air, wadah pakan dan kotoran (faeces). Pada manusia penularannya dapat lewat ingus atau saat bersin, sedangkan perpindahan virus dari unggas ke manusia melalui udara. Masa inkubasi setelah terinfeksi virus ini sekitar 3 hari, artinya pada hari ke-3 setelah terinfeksi, penderita akan menunjukkan gejala-gejala penyakit.
Meskipun sekarang ini belum ditemukan bukti perpindahan flu burung dari manusia ke manusia, sebaiknya orang terdekat di sekitar penderita tidak kontak dulu atau membatasi kontak dengan penderita. Jika harus kontak, lebih baik menggunakan masker. Gejala pada manusia yang terinfeksi flu burung sama dengan gejala flu biasa, yaitu demam tinggi (>38 derajat C) disertai pilek. Seperti pada unggas, virus ini pada manusia juga akan beredar ke seluruh pembuluh darah dan menyebabkan demam tinggi. Jika suhu tubuh tidak diturunkan pembuluh darah akan pecah, apabila terjadi pada pembuluh darah otak dapat berakibat fatal. Jika mengalami gejala seperti ini sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter, apalagi jika gejala tersebut tidak segera sembuh.
Virus memiliki kemampuan tinggi untuk mengubah tingkat keganasan atau struktur proteinnya. Dengan kata lain, virus dapat memiliki kemampuan lain yang pada awalnya tidak dimilikinya. Hal yang ditakutkan adalah jika virus flu burung dan virus flu biasa ini bercampur membentuk virus baru. Misalnya, seseorang tertular flu burung yang mematikan ini kemudian pada saat yang sama dia tertular virus flu manusia yang sangat gampang menular. Dua jenis virus ini kemudian bercampur membentuk virus baru yang mematikan dan mudah sekali menular.
Teori Evolusi Tidak Absah Secara Ilmiah
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Di balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandangan hidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini—yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang—adalah cara-cara mempengaruhi dan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainan sulap.
Teori evolusi diajukan sebagai hipotesa rekaan di tengah konteks pemahaman ilmiah abad kesembilan belas yang masih terbelakang, yang hingga hari ini belum pernah didukung oleh percobaan atau penemuan ilmiah apa pun. Sebaliknya, semua metode yang bertujuan membuktikan keabsahan teori ini justru berakhir dengan pembuktian ketidakabsahannya.
Namun, hingga sekarang masih banyak orang beranggapan bahwa evolusi adalah fakta yang sudah terbukti kebenarannya. Padahal teori ini sudah digagalkan oleh bukti ilmiah pada setiap langkahnya. Para evolusionis hanya mengandalkan hipotesa yang berdasarkan pengamatan yang penuh prasangka, gambar-gambar khayalan, cara-cara yang mampu mempengaruhi kejiwaan, dusta yang tak terhitung jumlahnya, serta teknik-teknik sulap.
Kini, berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti paleontologi (cabang geologi yang mengkaji kehidupan pra-sejarah melalui fosil), genetika, biokimia dan biologi molekuler telah membuktikan bahwa tak mungkin makhluk hidup tercipta akibat kebetulan atau muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Sel hidup adalah struktur paling kompleks yang pernah ditemukan manusia. Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa satu sel hidup saja memiliki struktur dan berbagai sistem rumit dan saling terkait, yang jauh lebih kompleks daripada sebuah kota besar. Struktur kompleks seperti ini hanya dapat berfungsi apabila masing-masing bagian penyusunnya muncul secara bersamaan dan dalam keadaan sudah berfungsi sepenuhnya. Jika tidak, struktur tersebut tidak akan berguna, dan semakin lama akan rusak dan musnah. Tak mungkin semua bagian penyusun sel itu berkembang secara kebetulan dalam jutaan tahun, seperti pernyataan teori evolusi. Oleh sebab itulah, rancangan yang begitu kompleks dari sebuah sel saja, sudah jelas-jelas menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang menciptakan makhluk hidup. (Harun Yahya, Miracle in the Cell).
Sel, satuan terkecil makhluk hidup, tidak mungkin muncul secara kebetulan dalam kondisi primitif tanpa kendali di saat Bumi purba. Jangankan dalam kondisi demikian, dalam laboratorium tercanggih di abad ini sekali pun, hal itu mustahil terjadi. Asam-asam amino, yaitu satuan pembentuk berbagai protein penyusun sel hidup, tak mampu dengan sendirinya membentuk organel-organel di dalam sel seperti mitokondria, ribosom, membran sel, ataupun retikulum endoplasma. Oleh sebab itu, pernyataan bahwa sel pertama terbentuk secara kebetulan melalui proses evolusi, hanyalah hasil rekaan yang sepenuhnya didasarkan pada daya khayal.
Sel hidup, yang sampai kini masih mengandung banyak rahasia, adalah satu di antara sekian banyak kesulitan utama yang dihadapi teori evolusi. Dilema mengkhawatirkan lainnya (dari sudut pandang evolusionis) adalah molekul DNA yang terdapat didalam inti sel hidup, sebuah sistem kode yang terdiri dari 3,5 miliar satuan berisi semua rincian makhluk hidup. DNA pertama kali ditemukan melalui kristalografi sinar-X pada akhir tahun 1940-an dan awal 1950-an. DNA merupakan sebuah molekul raksasa dengan rancangan yang luar biasa hebat. Selama bertahun-tahun, Francis Crick, pemenang hadiah Nobel, meyakini teori evolusi molekuler. Namun pada akhirnya, ia sendiri pun harus mengakui bahwa molekul yang begitu rumit tak mungkin muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba karena kebetulan, sebagai hasil dari sebuah proses evolusi.
Akan tetapi, para pembela filsafat materialis tidak bersedia menerima fakta penciptaan karena beragam alasan ideologis. Hal ini disebabkan kemunculan dan perkembangan masyarakat yang hidup dengan berpedomankan akhlak mulia yang diajarkan agama yang sejati kepada ummat manusia melalui perintah dan larangan Tuhan bukanlah menjadi harapan kaum materialis ini. Masyarakat yang tumbuh tanpa nilai moral dan spiritual lebih disukai kalangan ini, sebab mereka dapat memanipulasi masyarakat yang demikian demi keuntungan duniawi mereka sendiri. Itulah sebabnya, kaum materialis mencoba terus memaksakan teori evolusi dengan segala cara. Kaum materialis meninggalkan akal sehat dan nalar, serta mempertahankan omong-kosong ini di setiap kesempatan, walaupun bukti ilmiah dengan jelas telah menghancurkan teori evolusi dan menegaskan fakta penciptaan.
Seseorang yang jujur, dengan pemahaman keilmuan yang ada sekarang, saat ini hanya dapat menyatakan bahwa asal mula kehidupan nampak bagaikan sebuah keajaiban. Evolusionis berkebangsaan Turki, Profesor Ali Demirsoy, terpaksa memberikan pengakuan sebagai berikut: Sebenarnya, kemungkinan terbentuknya sebuah protein dan asam nukleat (DNA-RNA) adalah di luar batas perhitungan. Lebih jauh lagi, peluang munculnya suatu rantai protein adalah sedemikian kecilnya sehingga bisa disebut astronomis (tidak mungkin).
Homer Jacobson, Profesor Emeritus di bidang Ilmu Kimia, menyatakan pengakuan tentang kemustahilan munculnya kehidupan akibat faktor kebetulan, sebagai berikut:
Petunjuk untuk reproduksi rencana, untuk energi dan untuk pengambilan bagian-bagian dari lingkungan sekitar, untuk urutan pertumbuhan, dan untuk mekanisme efektor yang menerjemahkan instruksi menjadi pertumbuhan, semua itu harus ada secara serentak pada saat tersebut [saat awal munculnya kehidupan]. Kemungkinan kombinasi semua peristiwa itu secara kebetulan tampaknya sungguh luar biasa kecil. Catatan fosil pun menyajikan kekalahan telak bagi teori evolusi. Dari seluruh fosil yang telah ditemukan selama ini, tidak ada satu pun bentuk antara (bentuk peralihan) yang ditemukan, yang seharusnya ada jika makhluk hidup berevolusi tahap demi tahap dari spesies yang sederhana menjadi spesies yang lebih kompleks, seperti yang dinyatakan oleh teori evolusi. Jika makhluk seperti itu ada, seharusnya jumlahnya banyak sekali, berjuta-juta, bahkan bermiliar-miliar. Lebih dari itu, sisa dan kerangka makhluk semacam itu haruslah ada dalam catatan fosil. Kalau bentuk-bentuk antara ini benar-benar ada, jumlahnya akan melebihi jumlah spesies binatang yang kita kenal di masa kini. Seluruh dunia akan penuh dengan fosil makhluk tersebut. Para evolusionis mencari bentuk-bentuk antara ini di semua penelitian fosil yang menggebu-gebu, yang telah dilangsungkan sejak abad kesembilan belas. Akan tetapi, sama sekali tidak ditemukan jejak-jejak makhluk perantara ini, meskipun pencarian telah dilakukan dengan penuh semangat selama 150 tahun.
Singkat kata, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dan dalam wujud sempurna, bukan melalui sebuah proses dari bentuk primitif menuju tahap yang lebih maju, seperti yang dinyatakan teori evolusi.
Kaum evolusionis telah berusaha keras untuk membuktikan kebenaran teori mereka. Namun nyatanya, dengan tangannya sendiri, mereka justru telah membuktikan bahwa proses evolusi adalah mustahil. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan modern mengungkapkan fakta yang tak mungkin disangkal berikut ini: Kemunculan makhluk hidup bukanlah akibat faktor kebetulan yang buta, melainkan hasil ciptaan Tuhan.
Sumber : http://www.harunyahya.com/indo/buku/pertanyaan001.htm (diedit seperlunya)
Apakah Wanita Tidak Punya Jakun?
Jakun hanyalah tonjolan di tenggorokan manusia yang terbuat dari tulang rawan. Area ini disebut rawan tiroid karena berlokasi tepat di atas kelenjar tiroid. Secara teknis, jakun disebut prominentia laryngea, tetapi istilah jakun lebih umum. Jakun bukan cuma milik pria. Baik pria maupun wanita memilik tulang rawan tiroid, artinya memiliki jakun. Ukuran mereka kurang lebih sama sampai masa remaja ketika peningkatan hormon testosteron menyebabkan tumbuh lebih menonjol pada pria.
Ada juga wanita yang jakunnya lebih besar dari yang diinginkannya. Tetapi teknologi bedah plastik modern dapat memperbaiki segalanya. Yang diperlukan hanyalah pencukuran trakhea untuk mengurangi ukuran jakun. Meskipun kedengarannya bisa dilakukan di tukang cukur, tetapi bedah ini sebenarnya memerlukan sayatan kecil di tenggrorokan dan pemotongan beberapa jaringan tulang rawan yang menonjol. Tidak mengejutkan bahwa bedah ini adalah salah satu bedah plastik yang paling umum dilakukan orang-orang transseksual dari pria ke wanita.
Jadi, darimana asal nama jakun atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut Adam's apple? Kebanyakan orang berkata istilah ini berasal dari anggapan bahwa tonjolan ini adalah apel yang tersangkut di tenggorokan Adam ketika ia memakan buah terlarang di surga. Teori ini bermasalah karena menurut cendikiawan Yahudi, buah terlarang itu adalah delima. Jadi silakan pilih sendiri, apelnya Adam atau delimanya. Yang jelas, Hawa mengunyah terlebih dahulu sebelum menelan.
Wanita Buang Air lebih Sering Daripada Pria
Dalam The Journal Of Urology edisi 5 Februari 2005 para dokter mengkaji “Catatan harian buang air kecil” 24 jam dari pria dan wanita serta mencatat asupan cairan dan frekuensi buang air kecil. Mereka menemukan bahwa wanita lebih sering buang air kecil daripada pria, tetapi bukan karena mereka lebih banyak minum. Malah sebenarnya, pada umumnya, pria lebih banyak minum tetapi tidak terlalu sering buang air kecil. Ketika pada akhirnya pria buang air kecil, mereka cenderung mengeluarkan lebih banyak air kemih daripada wanita. Ini disebabkan pria memiliki kapasitas kandung kemih yang lebih besar. Wanita juga lebih cenderung mengalami sindroma kandung kemih yang terlalu aktif yang membuat mereka semakin sering buang air kecil. Jadi tidak mengherankan jika antrian di toilet wanita selalu lebih panjang.
Mengapa Pria Tidak Mau Mendengarkan?

Kajian pada jurnal Radiology edisi juni 2001 menunjukkan bahwa pria dan wanita mendengar secara berbeda. Pada kajian ini, para peneliti University Of Indiana meminta 20 pria dan 20 wanita mendengarkan kalimat sebuah novel. Ketika mendengarkan, mereka menjalani pencitraan resonansi magnetik (MRI) fungsional otak, tetapi sebagian besar pria menunjukkan aktivitas hanya pada belahan kiri otak, tetapi sebagian besar wanita menunjukkan aktivitas pada kedua sisi otak.
Pada jurnal Neuroimage edisi September 2005, para peneliti ilmu psikiatri di University Of Sheffield melaporkan bahwa suara pria dan wamita mengaktifkan wilayah yang berbeada dalam otak pria. Para ahli ini memantau aktivitas 12 pria ketika mendengarkan suara wanita dan pria. Mereka menemukan bahwa pada pria, suara wanita merangsang area otak yang digunakan untuk memproses suara-suara yang kompleks, misalnya musik. Di sisi lain, pria mengaktifkan wilayah otak yang digunakan untuk menghasilkan gambaran. Ini berarti, bahwa setidak-tidaknya bagi pria, suara wanita lebih kompleks dan sulit untuk didengar dan dimengerti.
Memang masih diperlukan lebih banyak riset, tetapi dari kedua potongan data di atas, dapat disimpulkan bahwa pria bukannya tidak mau mendengarkan wanita, tetapi ia tak mampu secara cepat memproses data dalam otak karena tingkat kerumitan data yang didapat dan otak yang memproses data tersebut hanya satu bagian saja.
Jadi, hai para pria, inilah jawaban yang disarankan jika anda dituduh tidak mendengarkan : Sayang, aku sudah berusaha keras mendengarkan, tetapi otakku tidak mampu melakukan yang diinginkan hatiku. (Lalu kembalilah menonton sepak bola).